Kagama Qatar galang donasi bantu mahasiswa UGM terdampak COVID-19

id UGM,COViD-19,Qatar,Kagama

Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Qatar. (FOTO ANTARA/HO/Humas UGM)

Yogyakarta (ANTARA) - Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Qatar melakukan penggalangan donasi untuk membantu mahasiswa UGM yang terdampak COVID-19.

Pengurus Kagama Qatar Syarif Achmad melalui keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Kamis, mengatakan dari pengumpulan donasi yang dilakukan selama tiga hari terkumpul dana sekitar Rp38 juta.

"Kami melihat ada potensi mahasiswa UGM khususnya yang berasal dari kalangan menengah ke bawah akan mengalami kesulitan. Alhamdulillah, kita ada informasi tentang sahabat UGM yang menyalurkan donasi ini kepada mahasiswa," kata dia.

Baca juga: UGM bantu biaya komunikasi untuk mahasiswa

Syarif menuturkan Kagama Qatar sangat prihatin dengan kondisi penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Pertengahan Maret 2020, Kagama Qatar juga sudah mengirimkan bantuan dana ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor untuk menunjang pengadaan alat perlindungan diri bagi petugas medis yang waktu itu sangat dibutuhkan.

Syarif mengatakan saat ini ada sekitar 60 alumni UGM yang berada di Qatar dan berasal dari beragam disiplin ilmu serta angkatan kuliah.

Menurut Syarif kondisi di Qatar dengan pengetatan mobilitas penduduk saat ini penyebaran COVID-19 masih cukup tinggi. Sebagian besar Kagama di Qatar melakukan aktivitas di rumah dengan Work from Home (WfH).

Baca juga: Guru Besar UGM prediksikan wabah COVID-19 berakhir Mei 2020

Baca juga: UGM kembangkan sistem pelacak kasus COVID-19


"Selain karena aturan pemerintah yang membatasi pergerakan penduduk, keluar hanya untuk hal-hal penting saja. Kagama ingin ikut berpartisipasi dalam mengurangi penyebaran COVID-19 dengan berdiam di rumah. Kalaupun harus masuk kantor dilakukan physical distancing dan mengurangi rapat serta pertemuan dengan orang dalam jumlah besar," kata alumnus Ilmu Komputer MIPA UGM itu.

"Sedangkan keluar rumah untuk belanja kebutuhan pokok dan lain-lain, kami berusaha menggunakan masker dan sarung tangan. Tentu saja, cuci tangan sesering mungkin sudah menjadi kebiasaan baru semenjak COVID-19 mulai merebak," kata dia.

Dengan gerakan donasi ini, Syarif berharap dapat meringankan beban mahasiswa yang terdampak dan secara lebih luas di UGM tetap dapat menjalankan program belajar mengajar dengan baik. Melalui penggalangan donasi ini diharapkan bisa memantik semangat Kagama di tempat lain agar terus berbuat untuk lingkungan sekitar dan Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Rektor UGM, Gugup Kismono mengatakan bantuan dari Kagama Qatar ini nantinya akan dipergunakan untuk membantu logistik mahasiswa UGM.

Baca juga: Dinkes Sleman perketat pengawasan di lingkungan Guru Besar UGM

Menurut Gugup, peran Kagama ketika terjadi bencana sangat signifikan dalam berbagai bentuk, seperti menjadi relawan, memberikan bantuan logistik maupun dana.

"Apa yang mereka lakukan merupakan bakti kepada almamater dan Ibu Pertiwi," kata Gugup.

Selain Kagama Qatar, beberapa Kagama di luar negeri seperti Kagama Singapura saat ini juga tengah melakukan penggalangan donasi serupa.

Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar