Rektor UMP berkomitmen siapkan generasi muda yang mendunia

id wisuda UMP,generasi muda mendunia

Rektor UMP Dr. Anjar Nugroho, M.S.I., M.H.I. saat Wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya Ke-64 Universitas Muhammadiyah Purwokerto di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, UMP, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (29/2/2020). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr. Anjar Nugroho, M.S.I., M.H.I. mengatakan perguruan tinggi Muhammadiyah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu berkomitmen untuk menyiapkan generasi muda yang mendunia sesuai dengan tagline "UMP Untuk Indonesia".

"UMP yang berdiri pada tanggal 5 April 1965 telah menapak usia ke-55 tahun. Sejak awal didirikan, UMP berkomitmen sebagai perguruan tinggi dengan kampus yang memiliki visi Unggul, Modern dan Islami. Tagline 'UMP Untuk Indonesia' merupakan narasi besar kami untuk menyiapkan generasi muda yang mendunia," katanya di Purwokerto, Sabtu.

Rektor mengatakan hal itu saat memberi sambutan dalam acara Wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya Ke-64 Universitas Muhammadiyah Purwokerto di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, UMP.

Oleh karena itu, kata dia, UMP terus mengembangkan kerja sama internasional dengan berbagai perguruan tinggi ternama di luar negeri, baik Asia maupun Eropa, dalam bidang riset untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, lanjut dia, UMP saat ini juga memperkuat kerja sama dalam negeri dengan berbagai mitra strategis di antaranya instansi pemerintah daerah, rumah sakit, dan industri terkemuka di seluruh Indonesia.

Baca juga: Anak penjual jamu disumpah jadi dokter di UMP

Terkait dengan Wisuda Ke-64 tersebut, Rektor yang juga Ketua Senat Universitas menyampaikan selamat kepada seluruh peserta wisuda periode Februari 2020 yang terdiri atas Program Magister (S2) sebanyak 39 orang, Program Sarjana (S-1) sebanyak 615 orang, dan Program Diploma Tiga (D3) sebanyak sembilan orang.

Menurut dia, lulusan tersebut merupakan salah satu perwujudan bentuk tanggung jawab UMP kepada bangsa dan negara Indonesia.

"Pada kesempatan yang berbahagia ini, saudara telah resmi mendapatkan gelar magister dan sarjana serta sebutan profesional ahli madya dari UMP. Sebagai intelektual lulusan perguruan tinggi Islam, tentunya saudara harus memiliki perbedaan dalam bertindak, bersikap maupun bergaul, jika dibandingkan dengan mereka yang bukan lulusan perguruan tinggi Islam," katanya kepada seluruh peserta wisuda.

Ia mengatakan pihaknya telah berikan program pembentukan karakter mulai dari awal masuk, yakni BEST (Becoming Exellence Student Training) bagi mahasiswa baru, SMART (Softskills Management and Resolution Training), dan diakhiri dengan pelatihan SUCCES (Spiritual Up and Career Competencies Empowering by Softskills) menjelang wisuda.

"Karena itulah sudah sepantasnya saudara bersyukur telah memiliki kesempatan kuliah dan berhasil lulus kuliah. Saya berpesan, manfaatkanlah dengan baik bekal dan pengalaman yang telah saudara dapat selama kuliah, baik pengalaman dalam organisasi kemahasiswaan maupun pengalaman dalam melakukan penelitian, pengabdian masyarakat dan penulisan karya ilmiah," katanya.

Rektor mempersilakan lulusan UMP yang masih ingin membekali diri dengan meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk segera mengambil kuliah Program Sarjana, Program Magister, dan Program Doktor baik di dalam maupun di luar negeri.

"Jangan pernah merasa bosan untuk terus mencari ilmu karena ilmu adalah salah satu unsur yang melengkapi keimanan seorang Muslim. Bahkan Allah SWT menjamin akan meningkatkan derajat dan kualitas kehidupan orang yang menuntut ilmu," katanya.

Menurut dia, hal itu sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Quran khususnya Surat Al Mujaadilah Ayat 11 yang artinya "niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara Saudara dan orang-orang yang diberi ilmu (agama) beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". 

Baca juga: Seleksi Olimpiade Nasional MIPA di UMP diikuti ratusan mahasiswa
 

Pewarta : Sumarwoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar