Korban Wamena langsung dirawat di RSUP M Djamil setiba di Padang

id pengungsi wamena,kerusuhan wamena,perantau minang

Korban, Putri Yanti saat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan akan dibawa ke RSUP M Djamil Padang, Kamis (10/10/2019). (ANTARA/Fathul Abdi)

Padang,    (ANTARA) - Korban selamat dari Wamena, Papua, bernama Putri Yanti, dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang, Sumatera Barat (Sumbar), untuk mendapatkan penanganan medis setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

"Korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis terhadap luka yang dialami," kata Dokter Putri Dewita Sari, di Padang, Kamis.

Putri Dewita Sari adalah salah satu tim Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dari Puskesmas Lubuk Buaya yang menunggu kedatangan korban di bandara.

Tim berjumlah empat orang tersebut menyiapkan ambulans, dan sejumlah alat medis seperti alat bantu pernapasan, infus, dan lainnya.

Putri Yanti mendarat di BIM sekitar pukul 18.00 WIB, disambut oleh isak tangis anggota keluarga.

Baca juga: Korban Wamena sampai di Padang dengan bekas luka bakar

Baca juga: Sumbar tutup bantuan untuk korban Wamena 18 Oktober 2019


Ia salah satu korban yang selamat saat kerusuhan terjadi, namun suami serta anaknya tidak dapat diselamatkan.

Keadaan fisiknya ia tidak bisa berjalan dan menggunakan kursi roda.

Pada bagian wajahnya tampak bekas luka bakar dan sejumlah bekas luka di bagian tangan.

Selain anggota keluarga, kedatangan perantau asal Kabupaten Pesisir Selatan itu juga disambut oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit.

Nasrul Abit mengatakan bersyukur karena Putri Yanti sudah selamat sampai di Padang.

Ias mengatakan korban dibawa ke RSUP M Djamil untuk dilakukan operasi ulang di bagian tangan.

"Korban sudah dioperasi sebelumnya, dan kemungkinan akan dioperasi lagi. Kami berharap dokter RSUP M Djamil bisa memberikan penangan medis yang terbaik," katanya.*

Baca juga: Rp1 miliar bantuan untuk perantau Wamena tertahan di donatur

Baca juga: Sosiolog: Pemulangan warga Minang ke kampung bukan solusi tepat

Pewarta : Laila Syafarud
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar