Mendikbud sebut fokus SDM unggul pada guru dan siswa

id Mendikbud,sdm unggul,indonesia maju,muhadjir effendy,guru,siswa

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Jakarta, Selasa (13/8/2019). ANTARA/Indriani/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan akan fokus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) unggul pada guru dan siswa pada periode mendatang.

"Untuk guru, kami akan susun tata kelola guru. Mulai dari pendidikan dan pelatihan yang ditempuh," ujar Muhadjir di Jakarta, Jumat

Pelatihan yang diberikan tidak hanya sekali saja, namun juga sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan juga berbasiskan zona, yang mana guru mendapatkan pelatihan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di wilayah itu.

Kemudian cara perekrutan, Menurut Muhadjir,  akan dibenahi, sehingga yang menjadi guru benar-benar yang terbaik karena memegang peranan penting dalam mendidik anak bangsa.

"Pemberian insentif dan tunjangannya termasuk tugas pokok dan beban kerja guru juga akan diatur secara menyeluruh," katanya saat ditanya tentang peningkatan SDM unggul menuju Indonesia maju.

Baca juga: Mendikbud minta guru inti bekerja keras bangun SDM

Sementara untuk peserta didik, Kemendikbud mengupayakan wajib belajar 12 tahun bisa terealisasi dengan optimal.

"Sekarang sudah jalan, tapi belum optimal," tambah dia.

Mendikbud menjelaskan bahwa hal itu dapat diselesaikan secara bertahap dengan sistem zonasi, baik melalui jalur formal dan nonformal. Anak-anak yang putus sekolah, diajak kembali ke sekolah maupun PKBM, sehingga bisa mendapatkan layanan pendidikan.

"Kami bekerja sama dengan Kemendagri, khususnya Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Bahkan saya sedang pertimbangkan kemungkinan nomor induk kependudukan bisa menjadi nomor induk siswa nasional," terang Mendikbud lagi.

Baca juga: Presiden minta masukan PGRI soal guru honorer, pembangunan SDM
Baca juga: Anggota MPR: permudah akses pendidikan untuk tingkatkan kualitas SDM


 

Pewarta : Indriani
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar