
Tiga Tewas di OKI Akibat Sengketa Angkutan

Palembang, (Antara) - Tiga orang korban dinyatakan tewas dan dua orang kritis akibat sengketa jasa pengangkutan buah sawit mentah di PT Selatan Jaya Permai (Sampoerna) di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Jumat pagi. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Dedi Kurniawan yang dihubungi dari Palembang, Jumat malam terkait kasus ini, mengatakan pihaknya telah menerima informasi dari Camat Sungai Menang Bahrul Amik mengenai kronologis kejadian. "Informasi dari Camat Sungai Menang, peristiwa berdarah itu terjadi di Desa Gajah Mati, Jumat sekitar pukul 08.30 di lokasi perkebunan PT Selatan Jaya Permai," kata Dedi. Kejadian itu bermula dengan dicegatnya mobil angkutan sawit milik Nopri oleh Sinabun yang memicu percecokan antarkeduanya. Kemudian, beberapa rekan Nopri mendatangi Sinabun dan pada akhirnya Sinabun tewas beserta rekannya terkena luka tembak. Lantas, kelompok Sinabun membalas dengan menyerang Nopri yang berujung juga kematian. Pada saat bentrok tersebut, terdapat juga satu orang korban meninggal dari kelompok Sinabung yakni Yono bin Kemal yang ditembak oleh orang tidak dikenal. Sehingga, korban tewas dari kejadian tersebut mencapai tiga orang yakni Embun bin Basin dan Yono bin Kemal dari Desa Gajah Mati, dan Meri Bin Sodin dari Desa Sungai Ceper, serta dua orang dinyatakan kritis (Kenedi bin Amir dari Desa Gajah Mati dan Nopel bin Matlui dari Desa Sungai Ceper) dirawat di RSMH Palembang. "Kejadian meluas karena kelompok Sinabung yang membakar mobil Nopri, juga dibalas oleh kelompok Nopri," ujarnya. Ia menambahkan, Bupati OKI telah berkomunikasi dengan Kapolri untuk melaporkan kejadian tersebut. Selain kejadian tersebut, pihaknya juga mendalami kasus lain terjadi pada hari yang sama yakni tewasnya Kepala Desa Pagar Desa sekitar pukul 14.00 WIB. "Untuk tewasnya kepala desa ini tidak ada kaitan dengan kasus bentrok di Desa Gajah Mati, kedua kasus ini masih didalami dan menunggu laporan penyelidikan aparat kepolisian," ujarnya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
