Temuan Patung Telanjang Dewa Yunani Pusingkan Palestina

id Temuan Patung Telanjang Dewa Yunani Pusingkan Palestina

Gaza City, (Antara/AFP) - Penemuan patung perunggu seukuran manusia, berbentuk dewa Yunani kuno dalam keadaan telanjang, membuat pusing penguasa Palestina wilayah Muslim dengan dilema, apakah harus membungkusnya.

Terdapat kepekaan agama mengenai patung-patung berbentuk tubuh telanjang dan benda-benda pemujaan termasuk misteri yang melingkupi keadaan bagaimana patung Dewa Apollo itu muncul.

Seorang nelayan mengatakan menemukan patung itu di pantai, tetapi patung perunggu patina hijau (mirip Patung Liberty) yang ditaksir berusia 2,500 tahun itu diyakini merupakan artefak yang ditemukan di daratan.

Patung tersebut memiliki bobot 450 kg dan tinggi 1,7 meter, kini disita polisi dan disimpan di tempat yang tidak diungkapkan untuk kepentingan penyelidikan meskipun pemerintah Hamas sudah mengedarkan fotonya.

Nelayan Jawdat Ghorab (26) dari kota Deir al-Balah di pusat Jalur Gaza mengatakan kepada kantor berita AFP ia menemukan patung tersebut di antara bebatuan di tepi pantai Agustus tahun lalu.

"Saya tahu itu benda pusaka, pemberian Tuhan," katanya. "Saya pikir kehidupan saya yang miskin akan berubah."
Ia mengaku, dengan kerja keras, ia bersama keluarganya mengangkut patung itu dengan kereta keledai lalu membawanya pulang dan meletakkannya di atas kasur hingga polisi menyita patung itu.

Ghorab mengaku telah menghancurkan salah satu jari patung itu karena menduga terbuat dari emas.

"Saya meminta pemerintah untuk memberi hadiah 10 persen dari nilai patung itu," katanya dengan harapan diakui sebagai penemunya.

Namun para ahli yang mendengar kisah penemuan itu menyebut pernyataan Ghorap adalah khayalan.

"Temuan itu harus diumumkan untuk mengamankannya dari perbuatan perusak," kata seorang arkeologis yang banyak melakukan penggalian di wilayah itu, tanpa bersedia disebutkan namanya.

"Ada iming-iming yang menggiurkan yang bisa menjamin pelestariannya," katanya dengan menambahkan perkiraan nilai patung itu adalah 20 juta dolar atau 15 juta euro.

"Namun segera -- politik terlibat,", Otorita Palestina didukung Barat -- yang diusir keluar dari Jalur Gaza oleh Hamas pada 2007 -- ingin memilikinya.

Menteri Pariwisata Otorita Palestina, Hamdan Taha mengatakan kekhawatirannya hanyalah pada restorasi patung dan kemungkinan penjualannya.

"Ini sangat penting dan temun ilmiah yang menarik dan kami mencoba --bersama sejumlah pihak -- mengikuti perkembangannya.

Arkeolog Gaza yang muda usia, Fadel al-Utol mengatakan, patung dengan petina hijau sangat tidak mungkin muncul dari dalam gelombang laut.

"Keadaannya 90 persen utuh dan kemungkinan ditemukan di daratan," katanya kepada AFP. "Bila berada di dalam air selama beberapa waktu, perunggunya akan berubah warna menjadi hitam."
"Sepertinya lebih mungkin bila patung itu ditemukan di sebuah kuil kuno di wilayah Gaza. Kami harus mencari dan menemukannya," katanya.

Utol mengatakan patung dengan ukuran seperti itu amat jarang, meskipun yang memiliki ukuran lebih kecil ada tersimpan di Museum Louvre di Paris.

Ia mendesak pemerintah dan penguasa parisiwata Hamas dan badan purbakala untuk memberikan restorasi patung Apollo Gaza itu pada tim Palestina-Prancis dan memajangna di museum setempat.

Kepekaan yang kuat di Gaza dengan agama yang konservatif mungkin akan mengharuskan "menutup alat kelamin dengan ukiran daun murbei yang antik, di luar pertimbangan Palestina dan nilai-nila Islam" katanya.

Wakil Perdana Meneri Hamas, Ziad al-Zaza mengatakan bahwa organisasinya ingin "melestarikan benda-benda kuno dan sejarah peradaban manusia".

Patung itu di tangan Kementerian Dalam Negeri yang menangguhkan penyelidikan untuk menentukan apakah ditemukan di laut atau dipindahkan dari tempat lain.

Setelah selesai, patung itu akan dikembalikan ke kementerian benda purbakala dan pariwisata yang akan menjalin kontak dengan pihak-pihak internasional, khususnya Prancis yang berminat pada benda antik dari Gaza. (*/sun)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar