Pemerintah Diharapkan Realokasi Sisa Anggaran untuk Transportasi

id Pemerintah Diharapkan Realokasi Sisa Anggaran untuk Transportasi

Jakarta, (Antara) - Pemerintah diharapkan dapat melakukan realokasi sisa anggaran lebih untuk dialihkan guna membangun transportasi massal di berbagai daerah sebagai dukungan negara untuk pembangunan transportasi bagi publik.

"Terkait pendanaan untuk pengadaan busway, pemerintah pusat juga dapat melakukan realokasi dana dari Sisa Anggaran Lebih (SAL) setiap tahunnya sekitar Rp1-2 triliun," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis di Jakarta, Kamis.

Politisi Partai Golkar itu mencontohkan, pemerintah bisa merealokasi dana SAL dari tahun anggaran 2013 yang mencapai Rp20,5 triliun yaitu sekitar Rp 2 triliun.

Dana sebesar itu, ujar dia, dapat membeli sekitar 4.000 busway, yang kemudian ditempatkan pada daerah-daerah prioritas dengan tingkat kemacetan tinggi.

Ia juga merekomendasikan agar pemerintah dapat mendorong daerah untuk memberikan skema subsidi dan nonsubsidi kepada pengguna busway tersebut.

"Misalnya, pemerintah menetapkan sebanyak 2.000 busway berbayar khusus untuk karyawan dan 2.000 busway lainnya gratis khusus untuk pelajar dan mahasiswa," kata Harry.

Dengan demikian, menurut dia, akan tercipta mekanisme subsidi silang sehingga masyarakat juga dapat menikmati fasilitas memadai yang dimiliki busway.

Sebagai imbalannya kepada pemerintah, lanjutnya, masyarakat beralih menggunakan moda transportasi massal tersebut sehingga kemacetan teratasi secara signifikan.

"Realokasi SAL seperti ini kami pastikan sangat berdampak besar bagi masyarakat. Pertanyaannya, apa pemerintah pusat berani melakukan terobosan seperti ini," tanyanya.

Harry berpendapat bahwa daripada dipergunakan hanya untuk kegiatan konsumtif, maka akan sangat berdampak jika SAL bisa diinvestasikan dalam bentuk belanja barang bagi kebutuhan publik. (*/sun)
Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar