
Impor Pangan Masih Ancam 2014

Jakarta, (Antara) - Menteri Pertanian Suswono mengingatkan pada 2014 tekanan impor pangan masih akan menjadi ancaman terhadap upaya peningkatan produksi dari petani. Ketika membuka Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2014 di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, menteri menyatakan, cadangan pangan dunia pada 2014 khususnya beras, jagung, kedelai dan gandum diprediksi akan mengalami kenaikan berkisar antara 1,4 persen untuk gadum hingga 10,1 persen untuk beras. "Cadangan pangan tersebut menjadikan cadangan pangan dunia 2014 relatif aman, berkisar antara 15,8 hingga 25,4 persen dari total produksi dan berpotensi menekan harga pangan yang masuk ke Indonesia," katanya pada kegiatan yang dihadiri seluruh kepala dinas pertanian, dinas peternakan maupun dinas perkebunan seluruh Indonesia. Kondisi tersebut, tambahnya, mengindikasikan bahwa produksi pangan tahun 2014 akan sangat kompetitif, walaupun dalam berbagai aspek cukup kondusif dan memberikan peluang bagi pertanian Indonesia. Apalagi, menurut Mentan, pada tahun ini diperkirakan agroklimat global dalam kondisi normal. Suswono menyatakan, bagi Indonesia kondisi global di tahun 2014 tersebut menuntut perlunya upaya peningkatan daya saing melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas pertanian. Daya saing itu, lanjutnya, khususnya diperlukan dalam menghadapi kemungkinan kompetensi bahan pangan yang berasal dari impor. "Penurunan harga pangan di tingkat global, merupakan peluang bagi pihak-pihak yang ingin mendatangkan produk pangan ke dalam negeri," tuturnya. Oleh karena itu, Suswono menyatakan, untuk mengantisipasi tekanan impor produk pangan maka produksi dalam negeri harus dalam kondisi cukup. Dengan demikian, menurut dia, produk pangan dari luar tidak akan masuk ke pasar dalam negeri. Selain itu, dia menjelaskan, pemerintah akan meningkatkan pengawasan terhadap produk dari luar, misalnya, dengan cara syarat jaminan keamanan pangan. Pada kesempatan tersebut Mentan mengungkapkan target produksi pangan nasional pada 2014, antara lain jagung meningkat 12,48 persen dari 18,51 juta ton pada 2013 menjadi 20,82 juta ton, padi tumbuh 8,04 persen dari 70,877 juta ton menjadi 76,57 juta ton dan, kedelai naik 85 persen dari 0,81 juta ton menjadi 1,5 juta ton. Selain itu, gula pasir ditargetkan naik 22,05 persen dari 2,54 juta ton pada 2013 menjadi 3,10 juta ton, dan daging sapi meningkat 23,26 persen dari 0,43 juta ton menjadi 0,53 juta ton. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
