
Pemkot Sawahlunto alokasikan 2.000 bibit alpukat pada lahan 20 hektare

Sawahlunto (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), mengalokasikan sebanyak 2.000 bibit alpukat untuk pengembangan tanaman pada lahan seluas 20 hektare sebagai upaya mengoptimalkan potensi pertanian daerah.
“Pengembangan alpukat ini diharapkan dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kami ingin memastikan bantuan bibit yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan dikelola secara berkelanjutan oleh para petani,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto Heni Purwaningsih di Sawahlunto, Minggu.
Ia mengatakan pengembangan alpukat tersebut merupakan alokasi Pokok Pikiran (Pokir) anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat Syofyan Hendri yang disalurkan kepada tujuh kelompok tani.
"Jadi ada tujuh kelompok tani penerima yang telah lolos verifikasi calon petani dan calon lokasi (CPCL) serta ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat Nomor 500.6.3/171/HORTI/DPTPH/III-2026," ujar dia.
Ketujuh kelompok tani tersebut tersebar di Kecamatan Lembah Segar, Barangin, dan Talawi dengan total alokasi 2.000 bibit alpukat untuk pengembangan tanaman pada lahan seluas 20 hektare.
Ia mengatakan DKP3 Sawahlunto bersama Tim Bidang Hortikultura Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumbar melakukan pemeriksaan terhadap bibit yang disalurkan untuk mencocokkan spesifikasi dan volumenya dengan kontrak pengadaan.
"Untuk pemeriksaan tersebut telah selesai dilakukan pada 20-21 Agustus 2026 lalu sebagai bagian dari pendampingan terhadap kelompok tani penerima," katanya.
Ia menyebut dari catatan DKP3 Kota Sawahlunto, sebanyak tujuh kelompok tani penerima manfaat tersebut yakni Poktan Puncak Sarang Anggang di Kelurahan Kubang Sirakuk Selatan, Kecamatan Lembah Segar, sebanyak 400 batang, Poktan Cahaya di Kelurahan Durian I, Kecamatan Barangin, sebanyak 100 batang, sedangkan untuk Poktan Harapan Kita di Desa Lumindai, Kecamatan Barangin, sebanyak 300 batang.
Selanjutnya Poktan Pemuda Maju Saiyo di Desa Lumindai, Kecamatan Barangin, sebanyak 300 batang, Poktan Usaha Pertanian Kambulau Sukses (UPKS) di Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin, sebanyak 400 batang, serta Poktan Sungai Nyie dan Poktan Saiyo Sakato di Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, masing-masing sebanyak 250 batang.
Sementara itu, anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat Sofyan Hendri mengatakan dukungan bantuan bibit alpukat tersebut merupakan komitmen terhadap upaya optimalisasi lahan masyarakat yang masih berpotensi untuk ditanami sehingga dapat meningkatkan nilai ekonominya.
"Kami memperoleh aspirasi dari masyarakat bagaimana mereka bisa memberdayakan lahan-lahan yang saat ini tersedia agar bernilai produktif. Kemudian kami juga berdiskusi dengan dinas terkait sehingga mengetahui bahwa untuk varietas alpukat itu ternyata cocok dan efektif untuk ditanam di Sawahlunto, makanya kami mendukung melalui bantuan bibit ini," ujar dia.
Sejalan dengan itu, Anggota DPRD Kota Sawahlunto Hendri Elvin menyatakan penyuluh pertanian perlu memberikan pendampingan secara intensif kepada petani agar proses penanaman dan perawatan alpukat dilakukan secara profesional berdasarkan ilmu pengetahuan dan referensi yang kompeten.
Ia juga mendorong pemerintah desa berpartisipasi sesuai fungsi dan kewenangannya, antara lain dengan menjembatani kelompok tani dengan dinas terkait dan lembaga akademis seperti perguruan tinggi serta membantu memperluas pemasaran melalui promosi dan kegiatan pameran.
Ia menegaskan pendampingan teknis dan dukungan lintas pihak diperlukan agar pengembangan alpukat tidak berhenti pada penyaluran bibit, tetapi berlanjut hingga penanaman, pemeliharaan, dan pengembangan pemasaran.
Pewarta: Yudha Ahada
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
