Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Bukittinggi dan Dubes Palestina perkuat solidaritas kemanusiaan

Minggu, 4 Oktober 2026 12:23 WIB
Image Print
Duta Besar Palestina, H.E. Dr. Abdalfattah Ahmed bersama Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis dan Ketua DPRD, Syaiful Efendi saat Tabligh Akbar di Kota Bukittinggi. Pemkot dan Dubes mengikrarkan penguatan ikatan persaudaraan antara masyarakat Bukittinggi dengan rakyat Palestina di sisi kemanusiaan. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Duta Besar Palestina memperkuat persaudaraan dan solidaritas kemanusiaan antara masyarakat Bukittinggi dengan rakyat Palestina yang disesuaikan dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, Minggu (4/10) setelah menyambut kehadiran Duta Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Dr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al-Sattari.

"Bukittinggi bersama Palestina, Kemanusiaan bukan sekadar tema, tetapi menggambarkan kepedulian masyarakat Bukittinggi terhadap kemanusiaan," kata Ibnu Asis.

Pemkot Bukittinggi bersama aliansi kemanusiaan Qubro juga menggelar Tabligh Akbar untuk memperkuat momen persaudaraan tersebut dengan memberikan ruang dengar pendapat bersama Dubes Palestina.

"Kita menyatukan doa dan ikhtiar untuk saudara-saudara kita di Palestina. Semoga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk terwujudnya kedamaian, keadilan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina,” ujar Ibnu Asis.

Ibnu menambahkan, hubungan Indonesia dan Palestina memiliki sejarah persaudaraan yang kuat. Kepedulian terhadap rakyat Palestina perlu terus dijaga melalui doa, solidaritas dan aksi kemanusiaan.

Duta Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Dr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al-Sattari, menyampaikan rasa syukur dapat hadir di Kota Bukittinggi dan bertemu dengan masyarakat dalam Tabligh Akbar.

Ia mengapresiasi sambutan Pemerintah Kota Bukittinggi serta menyebut Bukittinggi sebagai kota yang indah dan memiliki sejarah penting dalam perjalanan Indonesia.

“Saya tidak pernah merasa sebagai orang asing di Indonesia. Saya merasa berada di negeri sendiri dan di tengah masyarakat sendiri. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan seluruh masyarakat atas sambutan, kepedulian, serta dukungan yang diberikan kepada Palestina,” katanya.

Abdalfattah Ahmed Khalil Al-Sattari mengungkapkan kondisi Palestina, khususnya Gaza, Tepi Barat dan Al-Quds yang menurutnya masih membutuhkan perhatian dan doa dari masyarakat dunia.

Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan rakyat Palestina dan berharap suatu saat dapat bertemu kembali di Masjid Al-Aqsa.

“Doakan kami, insya Allah Allah mengijabah doa-doa kita. Mudah-mudahan pertemuan kita berikutnya ada di Masjidil Aqsa yang penuh berkah,” ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026