
Edukasi pencegahan penyalahgunaan obat, Tim PkM Unbrah perkuat literasi obat aman bagi remaja

Padang (ANTARA) - Masa remaja merupakan fase pencarian identitas dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Kondisi tersebut membuat remaja rentan terhadap berbagai perilaku berisiko, termasuk penggunaan dan penyalahgunaan obat.
Kemudahan memperoleh obat dan informasi dari media sosial turut menjadi tantangan. Rendahnya literasi yang langsung menyasar masyarakat mengenai dosis, aturan pakai, efek samping, dan penggunaan rasional dapat meningkatkan risiko masalah terkait obat pada remaja.
Atas latar belakang tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Baiturrahmah melaksanakan program “Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Obat pada Remaja” dengan sasaran siswa SMP Negeri 27 Aie Pacah, Kota Padang pada Senin 28 September 2026.
Tim PkM diketuai apt. Siska Ferilda, M.Farm., dengan anggota apt. Cindy Elvionita, M.Pharm.Clin., apt. Tessa Amanda Primadhini, Putri Engla Pasalina, S.ST., M.Keb., drg. Intan Kamala Aisyah, MARS., dan Bdn. Rahmi Melfa Widodo, S.ST., M.Kes. apt. Siska Ferilda., M.Farm Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Rury Dwi Aryanti dan M. Habib Rifqi.
Pemilihan remaja sebagai sasaran didasarkan pada tingginya rasa ingin tahu, pengaruh lingkungan dan teman sebaya, serta kemudahan memperoleh informasi mengenai obat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penggunaan obat tanpa pengawasan yang tepat.
Berdasarkan identifikasi awal, masih terdapat siswa yang belum memahami jenis obat yang berpotensi disalahgunakan dan dampak penggunaannya tanpa pengawasan. Pemahaman mengenai dosis, aturan pakai, dan efek samping obat juga masih perlu diperkuat.
Dalam pelaksanaannya, tim memberikan edukasi mengenai pengertian penyalahgunaan obat, jenis obat yang sering disalahgunakan, dampaknya terhadap kesehatan, serta berbagai langkah yang dapat dilakukan remaja untuk mencegah penyalahgunaan obat.
Materi tidak hanya membahas narkotika dan zat adiktif. Remaja juga diberikan pemahaman mengenai risiko penggunaan antibiotik, analgesik, obat batuk tertentu, serta obat bebas lainnya secara tidak tepat karena penggunaan yang tidak rasional dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Aspek penggunaan obat rasional turut menjadi bagian penting dalam kegiatan. Siswa diperkenalkan dengan cara menggunakan obat dengan benar, pentingnya membaca etiket, mengenali efek samping, serta memahami bahwa penggunaan obat sebaiknya tidak hanya didasarkan pada informasi yang diperoleh dari media sosial.
Edukasi diperkuat dengan pengenalan prinsip DAGUSIBU, yakni Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar. Prinsip tersebut menjadi panduan sederhana untuk membangun kebiasaan penggunaan serta pengelolaan obat yang lebih aman dan bertanggung jawab sejak usia remaja.
Penyampaian materi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, pemutaran video edukasi, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan tanya jawab. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif sekaligus mendiskusikan berbagai persoalan penggunaan obat yang dekat dengan kehidupan mereka.
Media audiovisual dan media edukasi digital turut dimanfaatkan untuk membantu siswa memahami materi. Tim juga menyiapkan poster kesehatan, leaflet, dan materi edukasi dengan bahasa sederhana serta tampilan visual yang disesuaikan dengan karakteristik remaja.
Untuk mengetahui efektivitas edukasi, siswa mengikuti pre-test dan post-test. Evaluasi juga dilakukan melalui observasi partisipasi dan pemahaman siswa selama kegiatan, dengan target peningkatan pengetahuan mengenai penyalahgunaan obat dan penggunaan obat secara aman.
Program dirancang agar manfaat edukasi dapat berlanjut setelah kegiatan selesai. Media edukasi diserahkan kepada sekolah, disertai pembentukan kader kesehatan remaja sederhana dan monitoring melalui komunikasi dengan guru Bimbingan Konseling serta Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Melalui kegiatan ini, tim PkM Unbrah berupaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya penyalahgunaan obat sekaligus membentuk perilaku penggunaan obat yang aman, rasional, dan bertanggung jawab.
Kegiatan juga menjadi implementasi keilmuan Farmasi Klinis dalam pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan mahasiswa sekaligus mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dan memberikan pengalaman dalam kegiatan edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Yayasan Pendidikan Baiturrahmah melalui alokasi anggaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Baiturrahmah.*

Pewarta: Tim PkM Unbrah
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
