Logo Header Antaranews Sumbar

Edukasi DAGUSIBU, Tim PkM Farmasi Klinis Unbrah tingkatkan pemahaman masyarakat tentang swamedikasi

Rabu, 16 September 2026 17:02 WIB
Image Print
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah melaksanakan kegiatan “Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat terhadap Swamedikasi melalui Edukasi DAGUSIBU di Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar”.  (ANTARA/HO-Unbrah)

Batusangkar (ANTARA) - Swamedikasi menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menangani keluhan ringan seperti demam, batuk, flu, nyeri, dan gangguan pencernaan. Namun, penggunaannya memerlukan pengetahuan agar obat digunakan secara aman dan rasional.

Kurangnya pemahaman mengenai dosis, aturan pakai, efek samping, penyimpanan hingga pembuangan obat dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan. Karena itu, literasi kefarmasian menjadi bagian penting dalam meningkatkan keamanan penggunaan obat di masyarakat.

Atas dasar tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah melaksanakan kegiatan “Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat terhadap Swamedikasi melalui Edukasi DAGUSIBU di Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar”.

Tim PkM diketuai apt. Cindy Elvionita, M.Clin.Pharm., dengan anggota Prof. Dr. Amri Bakhtiar, MS.DESS., apt. Eka Desnita, M.Farm., apt. Meiridha Mutiara Andania, M.Farm., apt. Siska Ferilda, M.Farm., apt. Elsa Marsellinda, M.Farm., apt. Rama Feriska, M.Farm., serta dosen Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Suci Indah Ramadani.

Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 31 Mei 2026 di Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar dengan sasaran masyarakat setempat. Pengabdian dilaksanakan dalam rangkaian Family Gathering Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah.

Berdasarkan observasi awal, praktik swamedikasi cukup sering dilakukan masyarakat untuk mengatasi berbagai keluhan ringan. Obat antara lain diperoleh dari warung, toko obat, maupun sisa obat yang tersimpan di rumah, sementara informasi mengenai penggunaan dan penyimpanannya masih terbatas.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena masih ditemukan masyarakat yang belum memahami aturan pakai, dosis, efek samping, serta cara penyimpanan dan pembuangan obat secara benar. Sebagian masyarakat juga menyimpan obat tanpa memperhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi penyimpanannya.

Melalui kegiatan PkM, masyarakat diperkenalkan dengan prinsip DAGUSIBU yang merupakan singkatan dari DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang obat dengan benar. Prinsip ini memberikan panduan sederhana agar masyarakat lebih cermat dalam mengelola obat mulai dari memperoleh hingga membuangnya.

Pada aspek “Dapatkan”, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperoleh obat dari sumber yang tepat. Sementara pada aspek “Gunakan”, edukasi diarahkan pada penggunaan obat secara benar dan rasional dengan memperhatikan aturan penggunaan sehingga swamedikasi tidak dilakukan secara sembarangan.

Edukasi “Simpan” menekankan pentingnya memperhatikan kondisi penyimpanan dan tanggal kedaluwarsa obat. Sedangkan melalui aspek “Buang”, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya membuang obat rusak atau kedaluwarsa secara tepat untuk mengurangi risiko penyalahgunaan maupun dampak terhadap lingkungan.

Pelaksanaan edukasi dilakukan melalui sosialisasi, penyuluhan interaktif, diskusi, dan demonstrasi sederhana. Pendekatan tersebut memberikan ruang kepada masyarakat untuk berdiskusi mengenai kebiasaan penggunaan obat yang selama ini dilakukan sekaligus memperoleh informasi kefarmasian yang lebih mudah dipahami.

Tim juga menyediakan media edukasi berupa leaflet dan poster kesehatan mengenai penggunaan obat dan DAGUSIBU. Dokumentasi pada halaman lima memperlihatkan media edukasi DAGUSIBU yang digunakan dalam kegiatan, sehingga pesan mengenai penggunaan dan pengelolaan obat dapat disampaikan secara visual kepada masyarakat.

Untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta, kegiatan dilengkapi evaluasi melalui pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah penyampaian materi. Evaluasi tersebut digunakan untuk mengukur peningkatan pemahaman masyarakat mengenai swamedikasi yang aman dan penerapan prinsip DAGUSIBU.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai swamedikasi yang aman dan rasional. Melalui pemahaman DAGUSIBU, masyarakat diharapkan lebih bijak mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Prodi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah turut memperkuat peran keilmuan kefarmasian di tengah masyarakat. Edukasi yang diberikan diharapkan membentuk perilaku penggunaan obat yang lebih baik sekaligus mengurangi risiko kesalahan penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan obat di lingkungan rumah tangga. Kegiatan ini didanai oleh Hibah Yayasan Pendidikan Baiturrahmah melalui alokasi anggaran LPPM Unbrah.*

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah melaksanakan kegiatan “Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat terhadap Swamedikasi melalui Edukasi DAGUSIBU di Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar”. (ANTARA/HO-Unbrah)



Pewarta:
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026