Logo Header Antaranews Sumbar

Simarasok Agam pertahankan keaslian alam, bersiap visitasi Wonderful Indonesia Award 2026

Rabu, 16 September 2026 13:48 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Lila Yanwar saat meninjau langsung Desa Wisata Simarasok, Kabupaten Agam, Rabu (16/9). Simarasok tembus 15 Wonderful Indonesia Award 2026 dan segera dilakukan penjurian visitasi​​​​​​​. ANTARA/AL FATAH

Lubuk Basung (ANTARA) - Desa Wisata Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat resmi lolos ke babak 15 besar Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026. Menjelang proses visitasi atau penjurian langsung, pemerintah daerah bersama masyarakat didampingi praktisi pariwisata melakukan penguatan khususnya mempertahankan keaslian alam.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Lila Yanwar, Rabu (16/9) mengatakan Simarasok memiliki sejumlah potensi asli yang dikembangkan sebagai paket wisata, mulai dari sungai, tebing, persawahan, rumah gadang, air terjun, homestay hingga aktivitas berperahu dan panjat tebing.

"Konsep tersebut menjadi daya tarik karena pengembangan wisata Simarasok tetap mempertahankan kondisi alam dan karakter lokal tanpa melakukan banyak perubahan terhadap lingkungan," katanya.

Ia mengatakan capaian Simarasok menjadi satu-satunya wakil Sumbar di Indonesia dalam WIA 20206 menunjukkan potensi wisata berbasis nagari tidak hanya bertumpu pada destinasi yang telah dikenal luas.

"Suatu momentum yang tidak hanya masalah award-nya, masalah juaranya, tetapi menunjukkan bahwa Sumatera Barat itu tidak hanya tentang Pagaruyung, Jam Gadang, ada yang selama ini sudah famous, tetapi masih banyak hidden gem-hidden gem yang lainnya yang berbasis kenagarian," kata Lila.

Lila menjelaskan kekuatan Simarasok terletak pada keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di nagari dengan dukungan pemerintah dan berbagai unsur masyarakat.

Pengembangan tersebut melibatkan pemerintah nagari, kecamatan, pemerintah daerah, pemangku adat, tokoh agama serta masyarakat dalam mengemas berbagai potensi menjadi pengalaman wisata yang dapat dinikmati pengunjung.

Lila mengatakan konsep tersebut sejalan dengan pengembangan nagari sebagai creative hub yang didorong pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Dalam konsep tersebut, destinasi wisata, produk lokal, homestay dan berbagai aktivitas masyarakat dikembangkan menjadi satu kesatuan program yang dapat menggerakkan sektor pariwisata sekaligus ekonomi kreatif.

Pengembangan desa wisata juga dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui kuliner, makanan lokal, kerajinan, seni, tarian, kegiatan wisata dan berbagai aktivitas kreatif lainnya.

"Dari desa wisata ini kemudian bisa secara kolaboratif anak mudanya bergerak ekonominya di nagari sendiri, jadi tidak perlu merantau ke mana-mana lagi untuk cari pendapatan, cukup bangun kampungnya dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Agam, Muhammad Lutfi mengungkap kebanggaan atas prestasi Simarasok, ia menegaskan upaya berkelanjutan dilakukan tidak hanya semata untuk penjurian.

"Syukur atas prestasi ini, Agam terus membuktikan banyak potensi untuk diekspos dan dikembangkan. Bersama kita wujudkan bahwa Simarasok berbeda dengan belasan nominator lainnya, kita rangkaikan dengan adat budaya dan religi yang kita miliki," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026