Logo Header Antaranews Sumbar

Tim PkM Unbrah edukasi santriwati cegah keputihan patologis melalui sanitasi diri dan kesehatan reproduksi

Minggu, 13 September 2026 09:54 WIB
Image Print
Tim PkM Unbrah edukasi santriwati di Padang. (ANTARA/HO-Unbrah)

Padang (ANTARA) - Kesehatan reproduksi menjadi bagian penting dalam menunjang kesehatan dan kualitas hidup remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai higiene genital dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi, termasuk keputihan patologis.

Santriwati yang tinggal di lingkungan asrama di Indonesia menghadapi tantangan tersendiri terkait sanitasi dan higiene personal. Edukasi yang tepat diperlukan agar remaja mampu mengenali kondisi normal, tanda gangguan reproduksi, serta langkah pencegahannya, tidak terkecuali santriwati di Kota Padang, Sumbar.

Atas dasar itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Baiturrahmah yang diketuai Nirmala Sari, S.ST., M.Keb., dengan anggota Putri Engla Pasalina, S.ST., M.Keb., Hendri Devita, S.KM., M.Biomed., Vitri Yuli Afni A., S.ST., M.Keb., Dr. Sukmayenti, S.KM., M.Kes., dan Bdn. Erin Desweni, S.ST., M.Keb. melaksanakan program “Sanitasi Diri dan Kesehatan Reproduksi: Upaya Preventif terhadap Keputihan Patologis pada Santriwati di Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau”. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Aulanda Yegianza Salsabila dan Fitria Nilam Sari

Kegiatan PkM dilaksanakan dengan mitra Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Padang pada Sabtu 12 September 2026. Sasaran utama program adalah santriwati yang ada di ponpes, dalam hal ini sebanyak 40 orang dipilih mengikuti program tersebut.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi dan koordinasi bersama pihak pondok pesantren, pengurus asrama, ustazah, dan santriwati. Tim juga melakukan identifikasi awal terhadap praktik higiene serta pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan santriwati mengenai higiene genital dan keputihan patologis.

Tahap berikutnya dilakukan melalui edukasi kesehatan reproduksi secara partisipatif dan komunikatif. Materi mencakup kesehatan reproduksi remaja, perbedaan keputihan fisiologis dan patologis, faktor risiko infeksi vagina, higiene menstruasi dan genital, pencegahan infeksi, serta waktu yang tepat untuk mencari bantuan tenaga kesehatan.

Santriwati juga diberikan pemahaman mengenai praktik higiene yang benar, termasuk cara membersihkan area genital, penggunaan air bersih, serta pentingnya menghindari penggunaan bahan yang berpotensi menimbulkan iritasi. Edukasi turut membahas penggunaan produk berpewangi, antiseptik secara berlebihan, dan vaginal douching yang dapat mengganggu keseimbangan flora vagina.

Agar materi lebih mudah dipahami, tim menggunakan ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi praktik higiene genital, video edukasi, leaflet, dan poster. Pemanfaatan media visual dan digital tersebut disesuaikan dengan karakteristik remaja dan lingkungan pesantren.

Program tidak berhenti pada pemberian edukasi. Tim PkM juga merancang pendampingan untuk membantu santriwati menerapkan praktik higiene yang benar dalam kehidupan sehari-hari di asrama. Pendampingan mencakup pemantauan praktik higiene serta diskusi dan konsultasi mengenai keluhan kesehatan reproduksi.

Untuk mengetahui dampak kegiatan, evaluasi dilakukan melalui post-test yang dibandingkan dengan pengetahuan awal peserta. Program menargetkan lebih dari 80 persen santriwati memiliki pengetahuan yang baik setelah memperoleh edukasi kesehatan reproduksi.

Keberlanjutan program diperkuat melalui penyerahan media edukasi kepada pihak pesantren agar dapat digunakan setelah kegiatan PkM selesai. Tim juga mendorong kerja sama dengan pihak pesantren untuk melaksanakan edukasi kesehatan reproduksi secara rutin sehingga pesan kesehatan dapat terus menjangkau santriwati.

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik higiene reproduksi santriwati, kemampuan membedakan keputihan fisiologis dan patologis, serta kesadaran untuk memperoleh pertolongan tenaga kesehatan ketika ditemukan tanda gangguan reproduksi. Program ini menjadi upaya promotif dan preventif untuk menurunkan risiko infeksi vagina sekaligus mendukung kesehatan reproduksi remaja putri secara berkelanjutan. Pelaksanaan program dengan anggaran dari Hibah Yayasan Pendidikan Baiturrahmah di bawah pengelolaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unbrah (LPPM).*

Tim PkM Unbrah edukasi santriwati di Padang. (ANTARA/HO-Unbrah)1



Pewarta:
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026