
Tim PkM Unbrah dorong deteksi dini keputihan melalui skrining mandiri gunakan alat tes pH

Padang (ANTARA) - Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dalam kesejahteraan wanita usia subur. Gangguan reproduksi, termasuk keputihan patologis, dapat memengaruhi kualitas hidup sehingga membutuhkan pengetahuan, pencegahan, dan deteksi dini yang tepat.
Keterbatasan informasi dan akses pemeriksaan membuat sebagian wanita kurang mengenali tanda awal gangguan reproduksi. Pendekatan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri dapat membantu meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan reproduksi.
Atas dasar itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Baiturrahmah yang diketuai Nirmala Sari, S.ST., M.Keb., dengan anggota Putri Engla Pasalina, S.ST., M.Keb., Dr. Sukmayenti, S.KM., M.Kes., Bdn. Novi Maya Sari, S.ST., M.Keb., Hilda Hidayat, S.KM., M.Kes., dan Bdn. Sandra Ilona melaksanakan program “Skrining Mandiri pH Vagina dan Konseling Kesehatan Reproduksi pada Wanita Usia Subur untuk Deteksi Dini Keputihan”. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Aulia Yegianza Salsabila dan Fitria Nilam Sari.
Program PkM dilaksanakan bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kelurahan Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah Padang sebagai mitra pada Jumat 11 September 2026 . Sasaran kegiatan adalah wanita usia subur berusia 20 sampai 45 tahun yang telah menikah di Kelurahan Aie Pacah.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi bersama mitra untuk menjelaskan tujuan, manfaat, dan tahapan program sekaligus mengidentifikasi kelompok sasaran. Tim kemudian memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, siklus menstruasi, perbedaan keputihan normal dan patologis, serta konsep pH vagina dan kaitannya dengan keputihan.
Setelah memperoleh edukasi, peserta diberikan pelatihan mengenai teknik penggunaan alat tes pH vagina secara mandiri di rumah. Pelatihan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi penggunaan alat. Peserta juga memperoleh leaflet sebagai panduan untuk membantu penerapan pengetahuan setelah kegiatan.
Dalam penerapan teknologi, peserta memperoleh alat tes pH vagina sederhana berupa strip atau swab pH serta lembar pencatatan hasil skrining. Peserta diarahkan melakukan pemeriksaan secara mandiri dan mencatat hasil serta keluhan yang dirasakan, seperti keputihan berbau, gatal, atau nyeri.
Hasil skrining digunakan sebagai informasi awal dalam menentukan tindak lanjut. Peserta dengan hasil pH atau keluhan yang mencurigakan diarahkan untuk berkonsultasi dan memperoleh pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan, seperti puskesmas, bidan, atau klinik. Dengan demikian, skrining mandiri tidak dimaksudkan sebagai penetapan diagnosis.
Pendampingan dilakukan melalui telekonseling menggunakan WhatsApp atau grup percakapan. Tim PkM membantu menjawab pertanyaan peserta dan memberikan pendampingan dalam memahami hasil skrining. Evaluasi program dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan menggunakan alat tes, serta analisis hasil skrining dan keluhan yang dilaporkan.
Selain deteksi dini keputihan, peserta memperoleh konseling kesehatan reproduksi yang mencakup perencanaan keluarga, penggunaan kontrasepsi yang aman, pencegahan infeksi menular seksual, serta perawatan organ reproduksi yang benar. Edukasi tersebut diarahkan untuk mendorong perilaku kesehatan reproduksi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Keberlanjutan program dirancang dengan melibatkan TPK Kelurahan Aie Pacah. Tim PkM akan memberikan pembekalan kepada pendamping agar dapat melanjutkan fasilitasi dan konseling dasar di lingkungan setempat. Materi dan modul yang disiapkan juga dapat digunakan kembali untuk memberikan edukasi kepada kelompok sasaran berikutnya.
Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku wanita usia subur dalam menjaga kesehatan reproduksi serta mengenali secara dini kemungkinan gangguan melalui skrining pH vagina mandiri. Program juga mendorong peserta untuk mencari pertolongan tenaga kesehatan apabila ditemukan hasil atau keluhan yang mencurigakan. Kegiatan PkM ini dilaksanakan merupakan hibah Yayasan Pendidikan Baiturrahmah melalui alokasi anggaran LPPM serta mendukung SDGs 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera.*
Pewarta: Tim PkM Unbrah
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
