
Tim dosen UNP berdayakan IRT terdampak banjir di Padang melalui pelatihan repacking dan branding

Padang (ANTARA) - Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) membantu pemberdayaan ibu rumah tangga (IRT) terdampak bencana banjir bandang, yang terjadi akhir November tahun lalu di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut digelar melalui skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB), dengan tema “Program Economic Recovery Berbasis Kewirausahaan Mikro Digital Melalui Repackaging dan Branding untuk Penguatan Ekonomi Keluarga Terdampak Banjir di Kota Padang”.
Ketua tim pengabdian Dr. Armiati, S.Pd., M.Pd mengatakan kegiatan tersebut sebagai wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang berdampak langsung pada masyarakat.
"Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh urgensi pemulihan ekonomi setelah bencana banjir dan galodo, yang melanda Kota Padang pada akhir tahun 2025 lalu," jelasnya.
Ia menambahkan bencana tersebut, memicu krisis sosial-ekonomi yang signifikan bagi 102 keluarga di rumah susun hunian sementara (Rusus Huntara), akibat hilangnya aset produktif di sektor informal.
Kondisi ini diperparah oleh penurunan motivasi berwirausaha, serta keterbatasan keterampilan dalam mengelola usaha mikro yang adaptif terhadap pasar.
"Jika dibiarkan tanpa intervensi strategis, masyarakat rentan terjebak dalam kerentanan ekonomi yang berkepanjangan di hunian sementara," lanjutnya.
Oleh karena itu, tim pengabdian UNP hadir membawa solusi nyata melalui model penguatan kapasitas usaha mikro berbasis digital.
Kegiatan intensif ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Sabtu dan Minggu, 5–6 September 2026 lalu, bertempat di SMKN 10 Padang.
Pelatihan tersebut juga melibatkan anggota tim pengabdian, yaitu Ridho Ryswaldi, ST., M.M., Dr. Desri Nora AN., S.Pd., M.Pd., dan Yasrul Sami, S.Sn., M.Sn.
Acara dibuka Sekretaris Camat Koto Tangah, Bambang Suprianto, S.Sos., yang hadir mewakili pihak kecamatan selaku mitra strategis kegiatan.
Dalam sambutannnya, Bambang mengatakan pemerintah kecamatan sangat mendukung penuh inisiatif nyata dari civitas akademika UNP.
Ia berharap seluruh rangkaian pelatihan dapat dimanfaatkan secara maksimal, oleh 15 orang ibu rumah tangga peserta yang menghuni rumah khusus hunian sementara di Lubuk Buaya.
Menurutnya, program ini menjadi alternatif konkret untuk membangkitkan dan membantu meningkatkan perekonomian keluarga pascabencana.
"Pemerintah kecamatan siap bersinergi, demi keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi seperti ini di masa mendatang," katanya.
Program ini, dirancang untuk mentransformasi hunian sementara menjadi ruang pemberdayaan ekonomi yang produktif.
Model usaha mikro yang dilatihkan dikenal murah, mudah diimplementasikan, namun memiliki daya saing tinggi.
Guna mewujudkan ketahanan ekonomi, para peserta dibekali materi komprehensif oleh para pemateri kompeten, yaitu Dr. Armiati, S.Pd., M.Pd., Dr. Rose Rahmidani, S.Pd., M.M., dan Ridho Ryswaldi, ST., M.M.
Solusi intervensi pertama dimulai dengan pelatihan rekonstruksi motivasi, dan literasi kewirausahaan untuk membangun kembali kepercayaan diri masyarakat dalam memulai usaha bermodal kecil setelah mengalami kerugian akibat bencana.
Selanjutnya, peserta diberikan pelatihan repackaging produk makanan yang bernilai jual karena relatif mudah dijalankan tanpa memerlukan proses produksi yang kompleks.
Dalam sesi ini, ibu-ibu rumah tangga diajarkan teknik pengemasan ulang, serta pengembangan identitas merek (branding). Penggunaan kemasan yang lebih menarik dan praktis ini, diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk di mata konsumen.
Tidak hanya berfokus pada produk, tim pengabdian juga memberikan pelatihan manajemen usaha mikro, agar masyarakat mampu mengelola bisnis secara terencana dan berkelanjutan.
Melalui sesi ini, peserta diajarkan administrasi keuangan sederhana serta teknik penentuan harga jual yang tepat demi keuntungan pasti. Sebagai langkah pamungkas, peserta dilatih memanfaatkan media sosial dan marketplace dalam sesi pemasaran digital.
Melalui penguasaan teknologi digital, produk repackaging hasil karya ibu-ibu Rusus Huntara ini, diharapkan mampu menjangkau pasar yang jauh lebih luas.
Inisiatif strategis melalui program PPUB UNP tersebut, juga berjalan selaras dengan prioritas pembangunan nasional dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 1, mengenai pengentasan kemiskinan,dan SDGs 8, terkait penyediaan pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Pewarta: Melani Friati
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
