Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Agam sarankan warga kurangi aktivitas di luar ruangan

Senin, 7 September 2026 16:29 WIB
Image Print
Brosur kondisi udara di Kabupaten Agam, Senin (7/9/2026). ANTARA/HO/Diskominfo Agam

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyarankan warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi kualitas udara di daerah itu dalam kondisi tidak sehat dampak kabut asap.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agam Roza Syafdefianti di Lubuk Basung, Senin, mengatakan kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan disarankan lebih membatasi aktivitas di luar ruangan.

"Kurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara seperti ini," katanya.

Ia menambahkan masyarakat juga disarankan untuk mengurangi aktivitas fisik berat.

Lalu membatasi waktu berada di luar ruangan dan menggunakan masker jika diperlukan.

"Gunakan masker saat berpergian dalam mencegah dampak gangguan pernapasan dan keluhan kesehatan saat kondisi udara seperti ini," katanya.

Ia mengakui kondisi kualitas udara Kabupaten Agam saat ini dalam kondisi tidak sehat akibat kabut asap melanda daerah itu.

Ini berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara di Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang menunjukkan konsentrasi Particulate Matter (PM2,5) sebesar 80,9 ug/m3 atau mikrometer dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 126,84.

PM2,5 merupakan partikel debu berukuran sangat kecil yang dapat masuk hingga ke saluran pernapasan

"Data ini merupakan hasil pemantauan pada Senin (7/9/2026) pada pukul 09.00 WIB dan kondisi kualitas udara dapat berubah pada jam berikutnya," katanya.

Dengan kondisi cuaca seperti ini, tambahnya dampak yang dirasakan kelompok sensitif berupa anak-anak, lansia, ibu hamil dan penderita gangguan pernapasan dapat mengalami peningkatan keluhan kesehatan.

Setelah itu masyarakat umum mulai merasakan gangguan ringan seperti iritasi mata, hidung, tenggorokan apabila terpapar dalam waktu lama.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026