
Pemkab Agam kirim dua siswa putus sekolah ke SRT 3 Dharmasraya

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, mengirim dua siswa yang berada dalam kondisi rentan putus sekolah untuk melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Sumatera Barat di Kabupaten Dharmasraya.
Kepala Dinas Sosial Agam Villa Erdi di Lubuk Basung, Jumat, mengatakan kedua anak tersebut atas nama Ghanniy Efani warga Nagari Ampang Gadang, Kecamatan Ampek Angkek dan Salma Rahmadani warga Ampang Gadang, Kecamatan Ampek Angkek.
"Ghanniy sebelumnya menempuh pendidikan di SMKN 1 Ampek Angkek dan Salma Rahmadani putus sekolah saat duduk di kelas III SDN 17 Batu Gadang, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua," katanya.
Ia mengatakan keberadaan kedua anak tersebut terungkap setelah adanya pengaduan masyarakat. Laporan itu kemudian langsung ditindaklanjuti melalui asesmen oleh pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH).
Dari hasil asesmen dan penjangkauan di lapangan, kedua anak tersebut dinilai memenuhi kriteria untuk mendapatkan akses pendidikan melalui SRT.
"Pendamping sosial kemudian merekomendasikan keduanya sebagai calon siswa SRT 3 Sumatera Barat di Kabupaten Dharmasraya," katanya.
Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat pleno Dinas Sosial Sumbar yang melibatkan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, Dinas Pendidikan Sumbar dan lainnya.
Setelah ditetapkan sebagai calon siswa, Dinas Sosial Agam bergerak melakukan penjemputan terhadap kedua anak dari daerah tempat tinggal masing-masing untuk kemudian diantar ke BBPPKS Padang pada Kamis (3/9/2026).
"Selanjutnya, kedua anak tersebut diberangkatkan menuju SRT 3 Sumatera Barat di Kabupaten Dharmasraya, bersama 11 siswa lainnya," katanya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Agam, langkah ini bukan sekadar mengantarkan dua anak menuju sekolah baru.
Lebih jauh, program tersebut menjadi jembatan untuk mengembalikan harapan dan membuka kesempatan bagi anak-anak yang sebelumnya terancam kehilangan masa depan pendidikannya.
Sementara Bupati Agam Benni Warlis mengatakan pendidikan merupakan hak seluruh anak yang harus dijamin dan diperjuangkan bersama.
“Tidak boleh ada anak-anak kita yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi maupun kondisi sosial keluarga. Ketika ada anak yang terancam putus sekolah, pemerintah harus hadir dan mencarikan jalan agar mereka tetap memperoleh pendidikan," katanya.
Ia menambahkan keberadaan Sekolah Rakyat menjadi salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan.
“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja menemukan, mendampingi dan mengantarkan anak-anak ini sampai mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat. Ini bukan hanya soal sekolah, tetapi tentang menyelamatkan masa depan generasi muda Agam," katanya.
Ia berharap Ghanniy Efani dan Salma Rahmadani dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh, membangun kembali semangat belajar, serta menatap masa depan dengan penuh optimisme.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bangun cita-cita dan jangan pernah merasa rendah karena masa lalu. Pemerintah hadir untuk membantu membuka jalan, tetapi keberhasilan ke depan sangat ditentukan oleh semangat dan kerja keras anak-anak kita," katanya.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
