
Tekanan fiskal menguat, Irman Gusman dorong Padang Panjang optimalkan perantau

Padang Panjang (ANTARA) - Di tengah tekanan fiskal dan menyusutnya Transfer ke Daerah (TKD), Kota Padang Panjang Sumatera Barat, diminta tidak hanya bergantung pada kekuatan APBD. Anggota DPD RI Irman Gusman mendorong Pemerintah Kota Padang Panjang mengoptimalkan kekuatan perantau sebagai salah satu mesin penggerak pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Irman saat melakukan kunjungan kerja ke Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang, Kamis. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra dan Pj. Sekdako Kuartini Deti Putri.
Menurut Irman, kemampuan fiskal setiap daerah tidak sama. Apalagi, pengurangan TKD membuat pemerintah daerah semakin dituntut kreatif mencari sumber daya dan jejaring di luar APBD.
"Kekuatan Sumatera Barat adalah perantau. Kekuatan perantau harus diperkuat. Kita majulan Padang Panjang dan Sumbar,"kata dia.
Ia menilai perantau asal Padang Panjang memiliki kepedulian, jejaring dan kapasitas yang bisa dikolaborasikan untuk mempercepat pembangunan.
"Jika dikelola secara optimal, kekuatan tersebut dapat menjadi modal penting untuk menggerakkan ekonomi sekaligus menekan angka kemiskinan," jelas Irman.
Irman juga menyatakan kesiapannya membuka akses dan jejaring nasional yang dimilikinya untuk kepentingan pembangunan Padang Panjang. Bahkan, fasilitas kantornya di Jakarta dan Padang dipersilakan dimanfaatkan pemerintah daerah sesuai kebutuhan.
"Kalau ada yang bisa kami bantu, kita bantu. Jejaring yang kami lunya ditingkat nasional juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan Padang Panjang," ujar Irman.
Tak hanya soal pembangunan, Irman menyoroti pentingnya perubahan pola pelayanan pemerintah. Ia meminta pemerintah membuka ruang selebar-lebarnya terhadap kritik dan masukan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah harus mampu menempatkan kritik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik. Ia mengibaratkannya dengan pelayanan di rumah makan Padang, di mana pelanggan memiliki ruang untuk menyampaikan ketidakpuasan.
"Kalau ada yang tidak puas sampaikan. Pemerintah juga harus seperti itu, terbuka menerima kritik dan masukan masyarakat," jelas dia.
Menyikapi hal itu Wakil Wali Kota Allex Saputra mengapresiasi kunjungan Irman Gusman. Ia berharap dukungan dan jejaring anggota DPD RI tersebut dapat membuka jalan bagi Padang Panjang dalam memperoleh dukungan Pemerintah Pusat.
Allex menyebutkan sejumlah kebutuhan daerah, terutama sektor kesehatan dan pendidikan, yang membutuhkan dukungan pusat seiring berkurangnya alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK).
Pemkot juga meminta perhatian terhadap penanganan dampak bencana Sumatera Barat 2025. Bencana tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp400 miliar dan membutuhkan penanganan lintas sektor.
"Untuk pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, kami membutuhkan support untuk menyelesaikan persoalan-persoalan teknis yang ada," ungkap Allex.
Sejumlah program penanganan yang direncanakan hingga 2028, kata Allex, masih membutuhkan waktu panjang. Karena itu, diperlukan terobosan dan dukungan lintas pihak agar pemulihan pascabencana dapat dipercepat. (*)
Pewarta: Isril Naidi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
