Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab: Forum Bank Sampah Solok perkuat pengelolaan sampah dari sumber

Kamis, 3 September 2026 13:04 WIB
Image Print
Pengukuhan Forum Bank Sampah Solok, Sumatera Barat perkuat pengelolaan sampah dari sumbernya. ANTARA/HO-Diskominfo Solok.

Solok (ANTARA) - Forum Bank Sampah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dibentuk untuk memperkuat koordinasi pengelolaan sampah dari sumbernya, sekaligus mendorong masyarakat mengubah sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Solok Zaitul Ikhlas di Solok, Kamis, menyebutkan forum tersebut beranggotakan 20 pengurus dan menjadi forum bank sampah pertama di Sumatera Barat yang diinisiasi PT Tirta Investama Aqua Solok bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat.

Menurutnya, keterbatasan sumber daya pemerintah dalam pengelolaan lingkungan perlu diikuti dengan penguatan kolaborasi bersama dunia usaha dan organisasi masyarakat sipil.

"Kolaborasi ini menjadi penting untuk menggerakkan masyarakat, memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas, dan menghadirkan inovasi pengelolaan lingkungan di tingkat komunitas," katanya dalam kegiatan pengukuhan Forum Bank Sampah Kabupaten Solok.

Ia mengatakan pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah karena penanganannya membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari sumber sampah di rumah tangga maupun lingkungan permukiman.

Hingga 2026 Kabupaten Solok telah memiliki satu Bank Sampah Induk (BSI) dan 11 Bank Sampah Unit (BSU) yang aktif melakukan pemilahan, pengumpulan, dan pemanfaatan kembali sampah.

Keberadaan bank sampah tersebut menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah yang dibuang, namun jejaring dan koordinasi antarbank sampah, menurutnya, masih perlu diperkuat agar pengelolaannya berjalan lebih terarah.

Di samping itu, Kepala Pabrik Aqua Solok Deden mengatakan Forum Bank Sampah Kabupaten Solok diharapkan menjadi ruang bersama bagi pengelola bank sampah untuk bertukar pengetahuan, memperkuat kelembagaan dan membangun jaringan kerja.

"Forum ini diharapkan dapat menyatukan visi dan memperkuat komunikasi antarbank sampah sehingga sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir dapat terus dikurangi," ujarnya.

Pihaknya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan terus mendukung pengembangan bank sampah dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Pengurus PKBI Sumatera Barat Firdaus Jamal mengatakan penguatan kelembagaan bank sampah diperlukan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

"Bank sampah bukan hanya tempat mengumpulkan sampah, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berbasis lingkungan," katanya.

Firdaus mengatakan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, nagari, akademisi, dan masyarakat, perlu diperluas agar pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga pemilahan, pemanfaatan kembali, dan pengurangan sampah sejak dari sumber.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026