Logo Header Antaranews Sumbar

Dinkes Padang perkuat penelusuran TB lewat Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 2 September 2026 13:38 WIB
Image Print
Dinas Kesehatan Kota Padang, Sumatera Barat, memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TB) melalui kegiatan penelusuran atau tracing kasus yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). (ANTARA/HO-Dinas Kesehatan Kota Padang)

Padang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Padang, Sumatera Barat, memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TB) melalui kegiatan penelusuran atau tracing kasus yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

"Kegiatan tracing dilaksanakan di sejumlah wilayah dengan melibatkan masyarakat yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TB maupun mereka yang memiliki faktor risiko," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Padang dr Dessy M Sidik di Padang, Rabu.

Ia mengatakan kegiatan tracing tersebut dimulai sejak 19 Agustus dan dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan November 2026. Pelaksanaannya mencakup 104 kelurahan di Kota Padang dengan jumlah lokus yang disesuaikan dengan kondisi serta kasus TB yang ditemukan di masing-masing wilayah.

"Di Kota Padang kita mendapat 242 lokus. Setiap lokus akan melibatkan sekitar 100 orang dengan kriteria memiliki riwayat kontak dengan penderita TB atau memiliki faktor risiko terinfeksi TB. Mereka akan kita lakukan pemeriksaan kesehatan," ujarnya.

Ia mengatakan tracing menyasar masyarakat yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TB yang telah dinyatakan positif maupun masyarakat yang memiliki faktor risiko terinfeksi penyakit tersebut.

Dalam pelaksanaannya, petugas bekerja sama dengan pihak kelurahan dan kader kesehatan untuk menelusuri masyarakat yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TB. Masyarakat yang memenuhi kriteria kemudian diarahkan menjalani pemeriksaan kesehatan.

Masyarakat yang pada pemeriksaan awal menunjukkan gejala atau diduga terinfeksi TB akan diarahkan menjalani pemeriksaan dahak. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan positif TB, pasien akan segera mendapatkan pengobatan.

Sementara itu, masyarakat yang tidak ditemukan terinfeksi akan diberikan edukasi mengenai pencegahan dan penularan TB.

"Dari pasien TB yang sudah positif, kita telusuri siapa saja yang pernah berkontak, baik tetangga, teman di tempat kerja, teman sekolah, maupun orang yang pernah berinteraksi dengan pasien. Dari sana kita lakukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut," kata dia.

Ia mengingatkan masyarakat untuk ikut berperan dalam mencegah penularan TB karena penyakit tersebut dapat menular melalui udara serta mengimbau masyarakat menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung, tidak membuang dahak sembarangan, serta memastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan dengan baik.

"Harapan kami masyarakat yang dipilih untuk memeriksakan diri dapat meluangkan waktu untuk datang. Kalau memang sudah tertular, segera kita obati sehingga tidak menularkan kepada yang lain. Dengan begitu, penularan TB bisa kita putus dan kasus-kasus baru yang ditemukan dapat segera ditangani," ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026