
Pemkot Pariaman-BBPOM perkuat sinergi dorong UMKM naik kelas

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat memperkuat sinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang guna mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah itu agar meningkatkan kualitas serta daya saing produk hingga mampu menembus pasar yang lebih luas.
"Kami akan terus lakukan kolaborasi dengan BBPOM di Padang terkait pengembangan kapasitas UMKM agar bisa mewujudkan UMKM naik kelas dan juga dalam hal pengawasan obat dan makanan yang berdampak pada kesehatan masyarakat," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Senin.
Ia mengatakan Pemkot Pariaman siap mendukung program BBPOM khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaku UMKM serta memastikan produk yang beredar aman bagi masyarakat.
Menurut dia, peningkatan kualitas UMKM penting dilakukan agar pelaku usaha semakin termotivasi memperbaiki produknya sehingga mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal dan nasional, tetapi juga memiliki peluang memasuki pasar internasional.
"Mewujudkan UMKM-UMKM Kota Pariaman naik kelas itu sangat penting sekali, agar mereka bisa lebih termotivasi dalam meningkatkan kualitas produk mereka," katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman Deddy Kurinia Illahi menyebutkan jumlah pelaku UMKM di daerah itu hingga akhir 2025 tercatat sekitar 13 ribu pelaku usaha.
Diperkirakan jumlah tersebut bertambah pada 2026 melihat banyaknya pelaku UMKM baru muncul di Pariaman serta program pembinaan yang dilakukan pemerintah setempat.
Namun pelaku UMKM tersebut, Deddy masih banyak bersifat lokal sehingga hanya mengharapkan perputaran uang di dalam daerah. Ia berharap pelaku UMKM di Pariaman menjadi pengusaha yang memasarkan produk ke luar daerah bahkan keluar negeri.
Terpisah, Kepala BBPOM di Padang Irwan mengatakan hingga saat ini terdapat lima UMKM di Pariaman yang telah berhasil naik kelas, salah satunya adalah Abrofood yang memproduksi bumbu olahan rendang instan.
"UMKM yang kita harapkan bisa naik kelas tentu saja UMKM yang berkaitan dengan obat dan makanan, apakah itu obat tradisional, kosmetik, dan pangan olahan," ujarnya.
Namun, lanjutnya sampai saat ini yang paling banyak adalah UMKM olahan yang berkaitan dengan mi dan bumbu rendang.
Ia berharap Pemkot Pariaman dapat mendorong pelaku usaha agar naik kelas dengan motivasi dan pendampingan agar mampu meningkatkan kualitas usahanya.
Ia juga berharap Pemkot Pariaman juga mendorong pelaku usaha yang naik kelas dapat memenuhi dan menjalankan peraturan yang berlaku agar kualitas dan keamanna produknya dapat dipertahankan.
Pewarta: Aadiaat Makruf S.
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
