Logo Header Antaranews Sumbar

UNP bantu tingkatkan produktivitas usaha keripik di Solok lewat mesin perajang singkong

Senin, 31 Agustus 2026 14:29 WIB
Image Print

Padang (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) melalui penerapan teknologi tepat guna, berupa mesin perajang singkong pada Kelompok Tani Aliran Imang di Jorong Kapuah, Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.

"Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, kualitas keripik singkong, serta produktivitas dan daya saing usaha masyarakat," kata Ketua Tim Pengabdian, Cici Andriani, S.Pd., M.Pd., di Padang, Senin.

Ia menyebutkan kegiatan ini melibatkan masyarakat dan anggota Kelompok Tani Aliran Imang, termasuk petani dan pelaku usaha skala kecil.

"Sebanyak 20 orang masyarakat mengikuti pelatihan pengoperasian, perawatan, dan pemeliharaan mesin," lanjutnya.

Ia menjelaskan program ini dilaksanakan sebagai solusi terhadap permasalahan proses perajangan singkong yang selama ini masih dilakukan secara manual.

Cara tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar, serta menghasilkan ketebalan irisan yang tidak seragam, sehingga berdampak pada kapasitas produksi dan kualitas keripik yang dihasilkan.

Cici berharap penerapan mesin perajang singkong dapat mempercepat proses produksi, dan menghasilkan irisan yang lebih seragam.

“Melalui program ini, kami mengembangkan mesin perajang singkong yang mampu menghasilkan irisan lebih seragam, sehingga proses produksi menjadi lebih cepat dan efisien. Harapannya, teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

ia menambahkan mesin perajang singkong yang diterapkan memiliki kapasitas sekitar 50 kilogram per jam, menggunakan motor listrik 1 HP, serta dirancang dengan sistem operasi semiotomatis.

Mesin dilengkapi corong pemasukan, pisau pemotong berputar, saringan pemisah, dan baki penampung untuk menghasilkan irisan singkong yang lebih seragam.

Selain penerapan mesin, tim pengabdian juga memberikan pelatihan pengoperasian, perawatan dan pemeliharaan mesin, pengolahan keripik singkong, manajemen usaha, serta pemasaran produk.

Masyarakat diberikan praktik secara langsung agar mampu menggunakan teknologi dan mengelola proses produksi secara lebih efektif.

Ia menyebutkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa kemampuan peserta dalam mengoperasikan mesin mencapai rata-rata 93,75, sedangkan kemampuan perawatan mesin mencapai 92,75.

Pelatihan manajemen usaha dan wawasan tentang singkong juga meningkatkan pengetahuan peserta, dari nilai rata-rata 50,25 pada pretest menjadi 92,50 pada posttest.

"Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman mahasiswa, melalui keterlibatan mereka dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat," katanya.

Menurut dia mahasiswa berperan sebagai pendamping lapangan dalam mendukung sosialisasi, pelatihan penggunaan mesin, dokumentasi, observasi, dan pengumpulan data kegiatan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Aliran Imang, Joni Lihardi berperan sebagai koordinator mitra dalam pelaksanaan kegiatan.

Mitra turut memfasilitasi keterlibatan masyarakat, mendukung pelaksanaan pelatihan, serta menjaga keberlanjutan pemanfaatan mesin dalam produksi keripik singkong.

Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari survei dan identifikasi kebutuhan, perancangan dan pembuatan mesin, pengujian, pelatihan, penyerahan mesin, hingga pendampingan penggunaan dan perawatan.

Cici menyebut mesin telah diuji dan diserahkan kepada Kelompok Tani Aliran Imang, untuk dimanfaatkan dalam kegiatan produksi.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu, (29/8) lalu, juga melibatkan dosen lain sebagai anggota pengabdi, yakni Yolanda Intan Sari, M.Pd., Drs. Jasman, M.Kes., dan Rizaldy Hanifa, S.Pd., M.Pd.

Melalui Program Pengabdian UNP Berdampak, Universitas Negeri Padang terus mendorong penerapan teknologi tepat guna yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Upaya tersebut, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui peningkatan produktivitas dan daya saing usaha masyarakat.

Kemudian SDGs 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) melalui penerapan inovasi teknologi tepat guna dalam proses produksi, serta SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan usaha dan teknologi.

Penerapan mesin perajang singkong di Kelompok Tani Aliran Imang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menghasilkan irisan yang lebih seragam, meningkatkan kualitas keripik, serta membuka peluang pengembangan usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026