
Pemkot Padang Panjang-Pekanbaru Perkuat Kolaborasi melalui Studi Komparatif

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, melakukan studi komparatif ke Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan bertukar pengalaman dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik serta komunikasi dan informatika.
Rombongan Pemkot Padang Panjang yang dipimpin Wakil Wali Kota Allex Saputra bersama jajaran Dinas Kominfo dan puluhan wartawan itu diterima Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar beserta jajaran Dinas Kominfo Pekanbaru di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Kecamatan Tenayan Raya, Jumat (28/8).
Pertemuan diawali dengan salat Jumat bersama di Masjid Agung Al Firdaus. Setelah itu, kedua wakil wali kota menuju Balai Kota Pekanbaru untuk melakukan pertemuan dan bertukar pengalaman mengenai pengelolaan pemerintahan serta komunikasi publik.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan komunikasi publik merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun pemerintahan yang dekat dengan masyarakat.
"Komunikasi publik harus dikelola dengan baik. Pemerintah harus mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara tepat, sehingga masyarakat mengetahui apa yang dilakukan pemerintah dan apa manfaatnya bagi mereka," ujarnya.
Menurut Markarius, komunikasi publik tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang semakin pesat, pemerintah dituntut menyampaikan informasi secara cepat, akurat, transparan dan mudah dipahami.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, media dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem komunikasi publik yang sehat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra mengatakan studi komparatif tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat secara langsung berbagai inovasi yang diterapkan Pemkot Pekanbaru.
"Padang Panjang dan Pekanbaru memang memiliki karakter dan kondisi yang berbeda. Namun, banyak aspek yang dapat kita kolaborasikan. Kita bisa saling bertukar pengalaman, baik dalam pemerintahan, pelayanan publik, komunikasi, teknologi informasi maupun bidang lainnya," katanya.
Allex juga menilai media massa memiliki peran penting dalam mendukung komunikasi publik pemerintah, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.
Menurut dia, media arus utama tetap dibutuhkan untuk menghadirkan informasi yang terverifikasi, berimbang dan memiliki konteks bagi masyarakat.
"Keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik menjadi fondasi penting untuk membangun hubungan yang sehat antara pemerintah dengan insan pers," tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, puluhan wartawan dari Padang Panjang turut mengikuti rangkaian studi komparatif. Keterlibatan insan pers diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai strategi komunikasi pemerintah sekaligus hubungan profesional antara pemerintah dan media.

Selain membahas komunikasi publik, pertemuan kedua pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dalam berbagai bidang, di antaranya tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, digitalisasi, komunikasi dan informatika, pendidikan, ekonomi, kebudayaan serta pariwisata.
Sebelumnya, rombongan Padang Panjang menempuh perjalanan menuju Pekanbaru pada Kamis (27/8) malam. Perjalanan sempat diwarnai antrean kendaraan akibat perbaikan jalan serta kabut asap yang masih terlihat di sejumlah kawasan Pekanbaru.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menyebut kondisi kabut asap sebelumnya sempat memburuk akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar Pekanbaru. Namun, berdasarkan pemantauan terakhir, kondisi tersebut mulai membaik dan penanganannya akan terus dievaluasi.
Dalam perjalanan menuju Balai Kota Pekanbaru, Markarius juga menjelaskan kawasan pusat pemerintahan kota tersebut berdiri di atas lahan sekitar 300 hektare yang terintegrasi dengan kawasan cadangan sekitar 1.000 hektare.
Kawasan itu dilengkapi enam gedung perkantoran terpadu, Islamic Center serta ruang terbuka hijau sebagai bagian dari pengembangan pusat pemerintahan Kota Pekanbaru.
Studi komparatif tersebut diharapkan menjadi awal bagi kerja sama yang lebih luas antara Padang Panjang dan Pekanbaru, tidak hanya dalam bidang pemerintahan dan komunikasi, tetapi juga pelayanan publik, pendidikan, ekonomi, kebudayaan dan pariwisata.
Pertemuan kedua daerah tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra kepada Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar sebagai simbol hubungan dan kolaborasi antarpemerintah daerah.

Pewarta: Isril Naidi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
