
71 KDMP Pariaman telah beroperasi meski belum miliki bangunan

Pariaman (ANTARA) - Sebanyak 71 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kota Pariaman, Sumatera Barat telah beroperasi menjalankan usaha meskipun seluruhnya belum memiliki bangunan sendiri.
"Saat ini baru lima koperasi yang memiliki bangunan, itu pun belum serah terima, sekarang kami sedang menyusun SK (surat keputusan) serah terima," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Pariaman Deddy Kurinia Illahi di Pariaman, Jumat.
Ia mengatakan 71 koperasi tersebut selain menjalankan usaha simpan pinjam juga perdagangan sehingga operasionalnya tidak saja di kantor pemerintah desa dan kelurahan namun juga ada yang menyewa bangunan untuk menjalankan usaha.
Ia menyebutkan salah satu koperasi yang menyewa bangunan untuk menjalankan usaha yaitu KDMP di Desa Balai Kurai Taji yang memiliki usaha kelontong serta menjual pulsa dan token listrik.
"Lokasi toko koperasi tersebut di Pasar Kurai Taji sehingga lokasinya mendukung memiliki usaha perdagangan," katanya.
Namun, lanjutnya pihaknya belum mengetahui pasti berapa omzet penjualan koperasi tersebut karena usaha yang dijalankan baru beberapa bulan.
Ia mendorong KDMP di Pariaman memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan potensi desa dan kelurahan namun tidak mematikan usaha warga yang telah ada karena keberadaan koperasi justru harus dapat memperkuat ekonomi masyarakat dengan membuka usaha yang belum ada.
Ia menyebutkan usaha yang dapat dijalankan KDMP khususnya di kawasan pantai yaitu berupa memenuhi kebutuhan nelayan untuk melaut dan membantu menjualkan produksi ikan olahan.
Sedangkan kawasan pertanian, lanjutnya usaha yang dapat dijalankan berupa kebutuhan pertanian dan membantu menjualkan produk yang dihasilkan petani.
"Jadi produk yang dihasilkan warga Pariaman dapat dipasarkan ke luar daerah, bahkan luar negeri," ujarnya.
Potensi lainnya yang ada di Pariaman untuk menjadi usaha KDMP yaitu sulaman, pelaminan, dan kuliner. Produk-produk tersebut saat ini tidak saja dipasarkan di tingkat provinsi namun juga nasional bahkan telah diekspor ke luar negeri.
Pariaman, lanjutnya sebelumnya juga pernah menjalin kerjasama dengan Arab Saudi dan Jerman terkait produk kerajinan tikar ruyung yang pernah men Arab Saudi dan Jerman namun daerah itu terkendala dengan memenuhi permintaan pasokan.
"Ini merupakan potensi untuk dikembangkan oleh KDMP," ujar dia.
Ia mendapatkan laporan adanya KDMP yang desanya dilintasi jalan raya akan membuka apotek yang saat ini sedang pengurusan izin.
Sebelumnya, Pemerintah menargetkan sebanyak 40 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) beroperasi hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu, mengatakan pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada penyelesaian pembangunan fisik koperasi, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola KDMP agar mampu beroperasi secara profesional.
Ia menjelaskan salah satu prioritas pemerintah saat ini adalah menyiapkan manajer KDMP melalui pelatihan manajerial yang disusun secara terstruktur.
“Sehingga mereka memiliki kapasitas dan kompetensi untuk membangun, mengembangkan, dan mengelola koperasi secara profesional sejak mulai beroperasi,” ujar dia.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
