
UNP dorong Nagari Batu Basa jadi RANCAK Digital, dari website hingga pelayanan publik

Padang (ANTARA) - Transformasi digital di tingkat nagari atau desa tidak cukup hanya dengan memiliki website.
Teknologi perlu dimanfaatkan untuk mempercepat pelayanan publik, membuka akses informasi, mengelola data, mempromosikan potensi ekonomi, sekaligus menjaga kekayaan budaya lokal.
Gagasan tersebut menjadi fokus Workshop/ Lokakarya Digitalisasi Nagari yang digelar Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Pemerintah Nagari Batu Basa, Senin (24/8), di Kantor Wali Nagari Batu Basa, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Kegiatan yang dihadiri Wali Nagari Batu Basa Baiturrahmad Z., S.H., perangkat nagari, dan masyarakat tersebut, diarahkan untuk mendorong tata kelola pemerintahan nagari yang lebih terbuka, responsif, dan berbasis teknologi.
UNP tidak sekadar memberikan pelatihan penggunaan teknologi.
Tim pengabdian mendorong perubahan cara pandang terhadap website nagari: dari sekadar tempat memajang berita menjadi infrastruktur digital yang dapat mendukung pelayanan publik, pengelolaan data, dokumentasi budaya, dan promosi potensi ekonomi masyarakat.
Materi “Digitalisasi dan Prospek Nagari Masa Depan” disampaikan Dr. Hendra Hidayat, S.Pd., M.Pd., Kepala Pusat Penelitian dan PUI LPPM UNP.
Ia menekankan pentingnya membangun kemampuan nagari dalam mengelola transformasi digital secara mandiri dan berkelanjutan.
Dari website menjadi pusat aktivitas digital nagari
Digitalisasi membuka ruang yang lebih luas bagi nagari. Informasi pemerintahan dapat disampaikan secara terbuka, pelayanan administrasi dapat dikembangkan secara daring, potensi ekonomi lokal dapat dipromosikan lebih luas.
Sementara aktivitas, dan kekayaan budaya nagari dapat terdokumentasi secara digital.
Karena itu, pengembangan Nagari Batu Basa diarahkan melalui gagasan “Batu Basa RANCAK Digital”—nagari yang ramah, agamis, nyaman, cerdas, aman, dan kreatif, sekaligus mampu mengelola transformasi digital secara mandiri.
Menurut tim pengabdian UNP, keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam memproduksi dan mengelola informasi.
Atas dasar itu, Ketua Tim Pengabdian, Dr. Syaiful Haq, S.Pd., M.Pd.T., memperkenalkan gerakan “Satu Orang, Satu Konten”.
"Gerakan ini mendorong masyarakat tidak hanya menjadi pengguna informasi digital, tetapi juga menjadi produsen konten positif yang mengangkat aktivitas, potensi, dan kekayaan lokal nagari," katanya.
Tidak berhenti pada pelatihan
Penguatan digitalisasi juga diarahkan pada kemampuan teknis pengelola website.
Ryan Fikri, S.Pd., M.T., memberikan pendalaman mengenai penulisan berita berbasis fakta, verifikasi dan publikasi konten, pelayanan surat-menyurat secara daring, keamanan akun, hingga keberlanjutan pengelolaan website.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim pengabdian UNP menyerahkan buku panduan penggunaan website, dan digitalisasi nagari kepada Pemerintah Nagari Batu Basa.
Program ini melibatkan tim lintas keahlian yang terdiri atas Dr. Syaiful Haq, S.Pd., M.Pd.T. sebagai Ketua. Kemudian Dr. Hendra Hidayat, S.Pd., M.Pd., Ryan Fikri, S.Pd., M.T., Rizal Kurniawan, S.Psi., M.A., Prof. Rijal Abdullah, serta Adnan Arafani, M.Ed.
Digitalisasi, ekonomi, dan identitas nagari
Digitalisasi Batu Basa tidak hanya diarahkan untuk kepentingan administrasi pemerintahan.
Ketika potensi lokal, aktivitas masyarakat, dan budaya Minangkabau dikemas melalui kanal digital, teknologi dapat menjadi sarana memperkenalkan identitas nagari, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Produk dan potensi masyarakat yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar, dapat diperkenalkan melalui ruang digital kepada masyarakat yang lebih luas.
Dengan demikian, transformasi digital nagari mempertemukan teknologi, tata kelola pemerintahan, partisipasi masyarakat, ekonomi lokal, dan kebudayaan dalam satu ekosistem pembangunan.
Sejalan dengan SDGs dan Asta Cita
Program digitalisasi Nagari Batu Basa juga memiliki keterkaitan langsung dengan agenda pembangunan nasional dan global.
Dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, program ini berkontribusi terutama pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan literasi dan kapasitas digital masyarakat.
Lalu SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui promosi potensi ekonomi lokal, SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, melalui penguatan infrastruktur dan inovasi digital.
Kemudian SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, melalui penguatan tata kelola komunitas berbasis teknologi, SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui keterbukaan informasi dan pelayanan publik, serta SDG 17 tentang Kemitraan, melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan masyarakat.
Kerangka SDGs Indonesia memang menempatkan pendidikan, ekonomi, inovasi, tata kelola, dan kemitraan sebagai bagian yang saling terkait dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Pada tingkat nasional, program ini juga relevan dengan Asta Cita, khususnya agenda memperkuat pembangunan SDM, sains dan teknologi (Asta Cita 4), membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi (Asta Cita 6), memperkuat reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan (Asta Cita 7), serta menyelaraskan pembangunan dengan lingkungan, alam, dan budaya (Asta Cita 8).
Asta Cita juga menempatkan pengembangan ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan infrastruktur sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.
Keterkaitan tersebut semakin relevan, karena pemerintah saat ini mendorong pemerataan transformasi digital dan penguatan ekonomi desa sebagai bagian dari pembangunan nasional.
Dari Kampus Berdampak ke Nagari Berdampak
Lokakarya digitalisasi Nagari Batu Basa menjadi bagian dari semangat Kampus Berdampak, ketika pengetahuan dan keahlian perguruan tinggi diterjemahkan menjadi solusi yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat.
Bagi UNP, keberhasilan program pengabdian tidak semata-mata diukur dari terselenggaranya sebuah workshop.
Ukuran yang lebih penting adalah apakah pengetahuan tersebut dapat terus digunakan setelah kegiatan selesai, apakah masyarakat semakin mampu mengelola ruang digitalnya sendiri, dan apakah teknologi benar-benar menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik.
Karena itu, Batu Basa diarahkan untuk tidak hanya menjadi nagari yang memiliki website, tetapi menjadi nagari yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani, memberdayakan, mempromosikan, dan menjaga identitasnya sendiri.
Kolaborasi UNP, Pemerintah Nagari Batu Basa, dan masyarakat menjadi fondasi untuk mewujudkan nagari yang bergerak maju secara digital tanpa kehilangan akar budaya Minangkabau.

Pewarta: Melani Friati
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
