
Kabut asap kiriman selimuti Dharmasraya, kualitas udara tidak sehat

Pulau Punjung (ANTARA) - Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, diselimuti kabut asap kiriman dari daerah tetangga yang terpantau semakin tebal dibandingkan hari sebelumnya.
Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya, Ardianus Efendi, di Pulau Punjung, Selasa, mengatakan kabut asap tersebut telah dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir dan pada Selasa kondisinya semakin tebal.
"Kondisi kabut asap sudah berlangsung sejak berapa hari terakhir, hari ini memang cukup tebal dibandingkan biasanya, namun jarak pandang masih normal," katanya.
Ia mengatakan kabut asap tersebut merupakan kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Riau, Jambi hingga Sumatera Selatan.
Menurut dia secara geografis Kabupaten Dharmasraya berbatasan dengan daerah tersebut sehingga dapat disimpulkan kabut yang menyelimuti daerah itu merupakan asap kiriman
"Kalau titik api di Dharmasraya saya rasa tidak menyumbang kabut asap. Kemarin memang sempat terpantau tujuh titik, tetapi hari ini tidak ada titik api yang terpantau," ujarnya.
BPBD Dharmasraya, kata dia, telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan terhadap kondisi kabut asap. Salah satunya akan dilakukan pembagian masker kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi dampak paparan asap.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dharmasraya Novandri Ismi mengatakan kualitas udara di daerah tersebut berada pada kategori tidak sehat berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
"Berdasarkan hasil pemantauan ISPU, kualitas udara pada Selasa pagi berada pada kategori tidak sehat, dengan nilai parameter PM1.5 mencapai angka 170," ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, kata dia pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan.
Ia menambahkan DLH akan terus memantau terhadap kualitas udara dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pewarta: Ilka Jansen
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
