
BNPB bangun huntap mandiri 1.118 unit bagi korban bencana hidrometeorologi di Agam

Lubukbasung (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat bakal membangun sebanyak 1.118 unit hunian tetap (huntap) mandiri bagi korban bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada akhir 2025.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan ke 1.118 unit huntap ini bakal dibangun BNPB yang difasilitasi di lapangan oleh BPBD Agam.
"Pembangunan huntap tersebut ditargetkan BNPB bakal dimulai pada Agustus 2026," katanya.
Ia mengatakan pembangunan bakal dilakukan secara bertahap dan sesuai arahan dari Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Tito Karnavian selesai seluruhnya pada 2027.
Pembangunan huntap ini bakal dilakukan oleh tiga infentor atau pihak ketiga yang ditunjuk langsung oleh BNPB.
Tiga infentor tersebut yakni PT Semen Padang yang merupakan bagian dari Semen Indonesia Group dengan bata interlock atau sepablock.
Lalu Universitas Andalas bersama PT Gubah Fiffarian Indotama dengan Rumah Anti Gempa (RAG) dan PT Mara Pratama Indonesia dengan Rumah Harmonis Damai Aman Sejahtera (Rhodas).
"Dibawah infentor bakal ada aplikator yang bakal membangun rumah masyarakat dan aplikator tersebut berkontrak dengan masyarakat dengan pembangunan 30 unit rumah per aplikator," katanya.
Ia menambahkan pembangunan rumah bakal dilakukan di tempat rumah itu sendiri atau rumah lama di luar zona merah dengan nama huntap insitu sebanyak 29 unit.
Setelah itu huntap mandiri atau pemilik rumah mencarikan tanah di lokasi aman dengan total 1.089 unit.
"Huntap mandiri dengan luas bangunan 6x6 atau tipe 36 dan dana bakal ditransfer BNPB ke rekening masyarakat dan kita bakal mengontrol penggunaannya," katanya.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
