
Perbaikan sawah rusak ringan terdampak bencana selesai dikerjakan di Pasaman Barat

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat menyatakan perbaikan infrastruktur lahan sawah yang rusak ringan terdampak bencana alam telah selesai dikerjakan 100 persen.
"Pengerjaannya telah selesai dengan optimalisasi lahan seluas 176 hektare pada delapan titik atau kelompok tani," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Rabu.
Menurutnya lahan sawah yang rusak itu berada di Kecamatan Talamau dan Kecamatan Ranah Batahan.
Dia mengatakan pengerjaan lahan pertanian terdampak bencana alam itu sesuai instruksi Menteri Pertanian.
Dia menjelaskan untuk optimalisasi lahan seluas 176 hektare menelan biaya Rp5.500.000 per hektare dengan total mencapai Rp998.460.000.
Lalu, pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan nonrawa (reguler) dengan luas 754 hektare dengan biaya Rp5.500 000 per hektare mencapai total anggaran Rp4.188.470.000.
"Kemudian, pekerjaan konstruksi konservasi air dan antisipasi anomali (dam parit) dengan 10 unit. Biaya per unit Rp120 juta dengan total anggaran Rp1.229.870.000. Saat ini pengerjaannya masih berlangsung," jelasnya.
Pemerintah pusat juga telah memastikan sekitar Rp6,14 miliar turun ke Pasaman Barat untuk penanggulangan dampak bencana di sektor pertanian tanaman pangan hortikultura.
Anggaran dari pemerintah pusat melalui provinsi akan disalurkan ke kelompok tani yang terdampak.
"Mudah-mudahan perbaikan lahan pertanian yang rusak sedang dan berat juga segera cepat dilakukan," harap dia.
---
Teks Foto: Satu alat berat ekskavator saat mengerjakan lahan sawah terdampak bencana beberapa waktu lalu. Saat ini perbaikan lahan terdampak itu telah selesai dikerjakan. ANTARA/HO-DTPH Pasaman Barat.
[15.49, 19/8/2026] B Altas A: Pemkab Pasaman Barat realiasikan PSR seluas 215 hektare
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat merealisasikan seluas 215 hektare program peremajaan sawit rakyat (PSR) dari 300 hektare target selama 2026.
"Target kita seluas 300 hektare. Hingga saat ini masih tercapai 215 hektare," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat Afrizal di Simpang Empat, Rabu.
Menurutnya lahan yang telah melakukan itu adalah KUD Bina Tani Sejahtera seluas 140 hektare dan KUD Silawai Jaya seluas 74 hektare.
'Target kita selama 2026 ini seluas 300 hektare akan melakukan peremajaan sawit bagi kelompok yang memperoleh program itu,," katanya.
Menurutnya anggaran kegiatan itu berasal dari Kementerian Pertanian melalui Badan Layanan Umum Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Ia mengatakan peremajaan tanaman kelapa sawit sangat penting dilakukan karena jika tanaman itu sudah berumur 25 tahun maka produktifitasnya akan menurun.
"Produksi tanaman satu hektare di umur di bawah 10 ton per tahun sehingga diperlukan peremajaan," katanya.
Pelaksanaan peremajaan sawit rakyat di Pasaman Barat dirasakan manfaatnya oleh para penerima atau petani dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit.
Dia menjelaskan Pasaman Barat memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 189.508 hektare berdasarkan data statistik dengan rincian luas perkebunan besar atau perusahaan seluas 62.574 hektare, luas perkebunan rakyat seluas 126.934 hektare.
Selanjutnya potensi untuk peremajaan sawit rakyat untuk Pasaman Barat seluas 126.934 hektare.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
