
Pemkab Agam mulai bangun 16 jembatan rusak dampak bencana hidrometeorologi

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat telah memulai pembangunan sebanyak 16 dari 18 unit jembatan yang rusak dampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu dalam memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Ke 16 unit jembatan ini sudah ada pemenang, ada yang sudah kontrak dan ada sudah dimulai pembangunan," kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam Widodo Budiyanto di Lubuk Basung, Sabtu.
Ia mengatakan jembatan yang sudah mulai pekerjaan yakni, jembatan Simpang Bukik Batabuah, jembatan Tigo Kampung Canduang, jembatan Pandan Banyak Tilatang Kamang, jembatan Kinci Palupuh, jembatan Tumayo, jembatan Balok dan jembatan Sungai Asam.
Untuk jembatan Sungai Landia Balingka, jembatan Kampuang Tangah Lubuk Basung dan jembatan Sigiran Malalak Utara pemenang tender sudah ada.
Namun tinggal menunggu jaminan dan setelah itu baru dilakukan kontrak kerja, sehingga bisa dilakukan proses pembangunan.
Sementara jembatan Surau Batu Pandan Tanjung Raya, jembatan Balibelo, jembatan Batu Banyak Palembayan, Jembatan Sini Aia Malalak Selatan, jembatan Hulu Banda Malalak Barat, jembatan Batang Sariak Malalak Utara, jembatan
Saska Malalak Timur.
"Jembatan ini sudah selesai kontrak dan tinggal proses pembangunan," katanya
Ia menambahkan pembangunan jembatan ini dengan dana Rp34,69 miliar untuk 20 unit yang bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan lainnya.
Dari 20 unit itu, dua unit jembatan batal dibangun karena sudah dibangun TNI dan dua unit sedang proses tender.
Pembangunan jembatan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak, memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
Pembangunan jembatan juga meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana di masa mendatang, memperkuat koordinasi antarinstansi dalam penanganan bencana, mewujudkan pemulihan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.
"Ini juga mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat bencana," katanya.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
