
Round up - Prabowo fokuskan pembangunan pada kesejahteraan rakyat

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai muara berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari penguatan pangan dan energi hingga pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan perlindungan sosial.
Pesan tersebut menjadi benang merah pidato Presiden dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.
Prabowo mengatakan pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan pemerintahan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Yang ingin saya sampaikan kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan. Tugas dari rakyat adalah kehormatan yang mulia bagi kita. Karena itu kita akan bekerja dengan sekeras-kerasnya. Kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita," katanya.
Prabowo memaparkan sejumlah capaian pemerintah di bidang pangan, energi, investasi, pengelolaan badan usaha milik negara (BUMN), pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Kemandirian ekonomi
Di sektor pangan, Presiden menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Menurut dia, capaian tersebut antara lain didukung penyederhanaan aturan distribusi pupuk serta penurunan harga pupuk.
"Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu, kita, alhamdulillah, dapat saya laporkan di majelis ini soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia kita berada dalam keadaan aman," katanya.
Di sektor energi, Prabowo mengatakan Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026 setelah penerapan biodiesel B50 berbasis kelapa sawit.
Pemerintah memperkirakan kebijakan tersebut dapat menghemat devisa sekitar Rp170 triliun.
Kemandirian pangan dan energi, menurut Presiden, diperlukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan luar negeri di tengah konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok global.
Di bidang investasi, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
Sementara pada semester I 2026, investasi mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Prabowo juga menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 dan 5,45 persen sepanjang semester I 2026.
Menurut Presiden, pertumbuhan tersebut harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat dan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
Pemerintah juga membenahi pengelolaan devisa hasil ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Sejak beroperasi pada 1 Juni 2026, DSI disebut telah mengelola devisa ekspor sekitar 14 miliar dolar AS dari komoditas batu bara, kelapa sawit, serta besi dan baja.
Prabowo mengatakan pengawasan tersebut akan diperluas untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis.
Ekonomi rakyat
Penguatan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Prabowo mengatakan sekitar 10 ribu koperasi tersebut telah beroperasi dan 3.300 di antaranya berjalan secara optimal.
Pemerintah berharap koperasi dapat memperpendek rantai distribusi serta membantu memastikan barang bersubsidi diterima masyarakat dengan harga yang semestinya.
Di sektor perikanan, pemerintah mengembangkan Kampung Nelayan Merah Putih untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat pesisir.
Sebanyak 100 Kampung Nelayan telah dibangun dan pemerintah menargetkan 1.386 kampung dapat berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026.
Pemerintah juga menyiapkan pembangunan kapal penangkap ikan modern untuk meningkatkan produktivitas nelayan.
Prabowo menegaskan berbagai capaian ekonomi tersebut pada akhirnya harus bermuara pada pemerataan kesejahteraan.
Pembangunan manusia
Selain ekonomi, Presiden menempatkan pembangunan manusia sebagai bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut dimulai sejak pemenuhan gizi anak melalui Makan Bergizi Gratis (MBG), kemudian pendidikan melalui Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, hingga pelayanan kesehatan.
Prabowo menegaskan pemerintah akan melanjutkan MBG dengan melakukan perbaikan dan meningkatkan efisiensi pelaksanaannya.
"Karena itu saya bertekad teruskan program MBG. Tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi," katanya.
Di bidang pendidikan, pemerintah juga melakukan renovasi sekolah serta menyediakan layar pintar interaktif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Sekolah Rakyat diarahkan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin agar mereka tidak putus sekolah dan memiliki kesempatan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Sementara Sekolah Unggul Garuda ditujukan bagi siswa berprestasi untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan mempersiapkan mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik.
Di bidang kesehatan, pemerintah menjalankan Program Cek Kesehatan Gratis serta memberikan bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional kepada masyarakat miskin.
Pemerintah juga melakukan digitalisasi pendaftaran bantuan sosial untuk mempercepat pelayanan dan memastikan bantuan diterima kelompok yang membutuhkan.
Di bidang perumahan, pemerintah melanjutkan dukungan pembiayaan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) agar masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh akses terhadap rumah.
Prabowo mengatakan berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan tujuan berdirinya Republik Indonesia, yakni menghadirkan kemakmuran yang dapat dirasakan seluruh rakyat.
"Tugas kita bukan sekadar menjaga republik itu tetap berdiri. Tugas kita adalah memastikan republik ini berhasil sebagai bangsa. Republik ini berhasil punya kemampuan untuk hadir di tengah-tengah rakyat dan menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Presiden.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
