Logo Header Antaranews Sumbar

RSUD dr Soedomo tangani siswa diduga keracunan MBG di Trenggalek

Jumat, 14 Agustus 2026 09:51 WIB
Image Print
Dokter Spesialis Anak RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Riza Maulina, usai memeriksa siswa yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUD dr Soedomo, Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026). Pasien sebelumnya mengalami muntah dan diare hingga mengalami dehidrasi dan kini kondisinya berangsur membaik setelah mendapat penanganan medis. (ANTARA/HO - Dokumentasi pribadi)

Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - RSUD dr Soedomo Trenggalek, Jawa Timur, melakukan penanganan medis terhadap seorang siswa yang mengalami muntah dan diare setelah menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dokter Spesialis Anak RSUD dr Soedomo Trenggalek Riza Maulina, Kamis, mengatakan pasien menjalani perawatan setelah mengalami dehidrasi akibat frekuensi muntah dan diare yang cukup tinggi.

Pasien yang diidentifikasi berinisial SA (11) sebelumnya mengalami diare lebih dari 10 kali dan muntah hingga tujuh kali, sehingga membutuhkan penanganan melalui pemberian cairan infus.

"Anaknya lemas, badannya panas. Jadi kami infus untuk rehidrasi," kata Riza di Trenggalek.

Disebutkan, pasien menjalani perawatan setelah mengalami dehidrasi akibat frekuensi muntah dan diare yang cukup tinggi. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pasien mengalami gastroenteritis akut yang disertai dehidrasi.

Setelah mendapat terapi cairan, lanjutnya, kondisi pasien berangsur membaik dan tidak lagi mengalami muntah maupun pusing.

"Saat ini sudah tidak muntah, tidak pusing. Masih mual dan nyeri ulu hati, tetapi kondisinya sudah aman," ujarnya.

Riza mengatakan pemeriksaan laboratorium masih dilakukan untuk mengetahui penyebab keluhan yang dialami pasien. Hasil sementara menunjukkan adanya peningkatan sel darah putih, sedangkan bakteri penyebab belum ditemukan.

Sementara itu Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi yang menjenguk pasien mengatakan kondisi SA saat ini jauh lebih baik. Frekuensi diare telah berkurang menjadi sekitar dua kali dan pasien sudah dapat makan dengan baik.

"Alhamdulillah, kondisinya sudah bagus. Muntah dan pusing sudah tidak ada, makannya juga sudah bagus," kata Doding.

Doding berharap hasil pemeriksaan laboratorium segera diketahui sehingga dokter dapat menentukan tindak lanjut penanganan, termasuk kemungkinan pasien diperbolehkan pulang apabila kondisinya telah stabil.

SA merupakan salah satu siswa yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan MBG di Trenggalek.

Sejumlah siswa dari beberapa sekolah sebelumnya juga dilaporkan mengalami keluhan serupa dengan waktu munculnya gejala yang berbeda-beda.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek bersama pihak terkait saat ini melakukan koordinasi dan penanganan untuk menindaklanjuti laporan tersebut serta memastikan kondisi siswa yang terdampak.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026