
Pemkab Solok terapkan satu rumah satu komposter kelola sampah organik

Solok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menerapkan program satu rumah satu komposter untuk mendorong masyarakat mengolah sampah organik sejak dari sumber sekaligus mengurangi volume sampah dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Nia Jon Firman Pandu di Solok, Selasa, mengatakan pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah dengan membangun kebiasaan memilah dan mengolah sampah organik secara mandiri.
"Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Dengan adanya satu komposter di setiap rumah, kita berharap sampah organik tidak lagi seluruhnya dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna," ujarnya.
Menurut dia, sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan dan dedaunan masih dapat dimanfaatkan melalui proses pengomposan sehingga memiliki nilai guna bagi masyarakat.
Ia mengatakan program tersebut tidak hanya untuk mengurangi sampah yang dibuang, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumber.
"Ini bukan hanya tentang komposter, tetapi tentang membangun budaya peduli lingkungan. Kalau dimulai dari satu rumah, kemudian dilakukan oleh seluruh rumah, insyaallah dampaknya akan besar bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan Kabupaten Solok," katanya.
Nia menjelaskan kompos yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan untuk tanaman di pekarangan maupun mendukung kebutuhan pertanian masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos juga dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap pembuangan sampah rumah tangga, terutama sampah yang sebenarnya masih dapat diolah dan dimanfaatkan.
Ia mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan mengurangi, memilah dan mengolah sampah dalam kehidupan sehari-hari karena keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah.
"Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat penting agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak terhadap lingkungan," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini program satu rumah satu komposter mulai diterapkan di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, sebagai bagian dari upaya memperluas pengelolaan sampah berbasis rumah tangga di Kabupaten Solok.
Pemkab Solok berharap, penerapan program tersebut dapat semakin banyak melibatkan keluarga dalam mengolah sampah organik secara mandiri sehingga volume sampah yang dibuang berkurang dan lingkungan menjadi lebih bersih, sehat serta lestari.
Pewarta: Rahmatul Laila
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
