Logo Header Antaranews Sumbar

Tim PKM-PM UNP hadirkan Program RISEBI untuk perkuat pengembangan diri anak panti Asuhan Azzahra Jannah

Senin, 10 Agustus 2026 12:32 WIB
Image Print
Tim PKM-PM UNP. (ANTARA/ist)

Padang (ANTARA) - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Negeri Padang (UNP) menggagas Program RISEBI sebagai inovasi intervensi psikososial berbasis filosofi Wabi-Sabi untuk membantu meningkatkan pengembangan diri anak-anak di Panti Asuhan Azzahra Jannah, Kota Padang.

Program tersebut dirancang sebagai upaya memperkuat kesehatan psikologis anak panti melalui pengembangan kesadaran diri, kemampuan mengelola emosi, penerimaan diri, peningkatan keterampilan digital, serta penguatan rasa percaya diri sebagai bekal menghadapi masa depan.

Program ini disusun berdasarkan hasil observasi dan wawancara bersama pihak panti yang menunjukkan masih adanya tantangan pada aspek psikologis maupun pengembangan potensi anak asuh.

Ketua Tim PKM-PM UNP Syifa Ainul Fitri di Padang, Senin, mengatakan Program RISEBI lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan kesehatan mental anak-anak panti.

"Kami ingin anak-anak memiliki ruang untuk lebih mengenal dirinya, berani menerima setiap pengalaman hidup, sekaligus menyadari bahwa mereka memiliki potensi yang bisa terus dikembangkan. Harapannya, program ini dapat membantu mereka menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan siap menghadapi masa depan," kata Syifa.

Ia menjelaskan Program RISEBI terdiri atas empat tahapan utama, yaitu Rise to Know Me, Rise Me Up, Rise the New Skill, dan Rise and Praise. Keempat tahapan tersebut dirancang secara bertahap untuk memperkuat aspek psikologis sekaligus meningkatkan keterampilan peserta melalui pendekatan yang interaktif dan aplikatif.

Pada tahap Rise to Know Me, peserta diajak mengenali berbagai bentuk emosi, mempelajari teknik regulasi emosi melalui latihan pernapasan, menuliskan refleksi dalam jurnal harian, hingga mengikuti permainan interaktif sebagai sarana meningkatkan self-awareness.

Selanjutnya, tahap Rise Me Up berfokus pada penguatan self-compassion melalui terapi seni Kintsugi, yaitu kegiatan memperbaiki pot yang telah dipecahkan sebagai simbol bahwa setiap pengalaman dan ketidaksempurnaan dapat menjadi bagian dari proses untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.

Sementara itu, melalui tahap Rise the New Skill, peserta memperoleh pelatihan desain grafis menggunakan aplikasi Canva, penyuntingan video melalui CapCut, serta pengenalan pemasaran digital agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.

Tahap terakhir, Rise and Praise, menjadi ruang bagi peserta untuk menampilkan hasil karya yang telah dibuat selama program berlangsung melalui pameran sederhana.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri, keberanian mengekspresikan diri, serta keyakinan terhadap kemampuan yang dimiliki.
Program ini diinisiasi oleh Tim PKM-PM Universitas Negeri Padang yang diketuai Syifa Ainul Fitri dari Program Studi S1 Psikologi, bersama Nailah Rahma Sabita (S1 Psikologi), Dequeenta Eiffel (S1 Psikologi), M. Nuzul Iman (S1 Pendidikan Matematika), dan Fauzan Habibullah Attaqi (S1 Teknik Elektro), dengan dosen pendamping Lailatur Rahmi, S.Pd., M.Pd.

Dosen pendamping PKM-PM Lailatur Rahmi, S.Pd., M.Pd., mengatakan program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter.

"Kami berharap program ini mampu memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak-anak panti. Ketika mereka memiliki penerimaan diri yang baik, mampu mengelola emosi, serta dibekali keterampilan yang bermanfaat, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan dan memiliki keyakinan yang lebih besar untuk meraih cita-citanya," ujar Lailatur.

Sementara itu, Pengurus Panti Asuhan Azzahra Jannah Tomi Putra, S.Pd., M.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang dinilai sejalan dengan kebutuhan anak-anak di panti.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian mahasiswa UNP melalui program ini. Anak-anak memang membutuhkan pendampingan yang tidak hanya mendukung proses belajar mereka, tetapi juga membantu membangun kepercayaan diri, mengelola emosi, dan melihat potensi yang mereka miliki. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat yang sangat positif bagi perkembangan mereka," kata Tomi.

Program RISEBI juga akan dilengkapi dengan kegiatan monitoring dan evaluasi melalui pelaksanaan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kesadaran diri, kemampuan regulasi emosi, penerimaan diri, keterampilan digital, serta kepercayaan diri peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Tim PKM-PM UNP berharap Program RISEBI dapat menjadi langkah awal dalam menghadirkan model pendampingan psikososial yang berkelanjutan bagi anak-anak panti asuhan. Program tersebut juga diharapkan menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga sosial dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda yang lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi masa depan.*



Pewarta:
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026