Logo Header Antaranews Sumbar

SPPG Santua Barangin Sawahlunto tingkatkan standar pengelolaan MBG

Senin, 3 Agustus 2026 15:16 WIB
Image Print
Tim relawan SPPG Santua Barangin Sawahlunto sedang melakukan tahapan pengolahan bahan baku makanan sebelum dimasak untuk menjadi paket MBG. (ANTARA/HO-dokumentasi SPPG Santua Barangin)

Sawahlunto (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Santua Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, meningkatkan standar layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penerapan prosedur operasional, pembenahan fasilitas dapur, dan pengawasan keamanan pangan, untuk menjaga kualitas makanan bagi penerima manfaat.

Kepala SPPG Santua Barangin Kevin Adrian di Sawahlunto, Minggu, mengatakan peningkatan standar layanan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat kepatuhan terhadap prosedur operasional penyelenggaraan Program MBG.

Menurut dia, pembenahan dilakukan pada fasilitas dapur dan sarana pendukung produksi makanan agar proses pengolahan hingga distribusi berlangsung lebih efektif serta memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Pengolahan makanan dilakukan oleh chef bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang didampingi tenaga ahli gizi. Keamanan pangan juga dipantau secara berkala oleh tim Dokkes Polres Sawahlunto dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sawahlunto.

Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra mengatakan tim Dokkes Polres secara rutin melakukan pemeriksaan dan pendampingan pada setiap tahapan penyelenggaraan Program MBG, mulai dari pemeriksaan kualitas bahan baku, proses pengolahan makanan di dapur, hingga distribusi ke sekolah-sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk memitigasi risiko keamanan pangan dan memastikan makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar yang ditetapkan.

Selain itu, lanjutnya, penyaluran Program MBG disesuaikan dengan kriteria penerima yang ditetapkan BGN agar semakin tepat sasaran.

Salah satu penerapannya dilakukan melalui evaluasi kondisi sosial ekonomi, seperti peserta didik di sekolah swasta dengan kemampuan ekonomi keluarga yang dinilai mencukupi ,sehingga tidak lagi menjadi prioritas penerima manfaat.

SPPG Santua Barangin Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Sawahlunto tersebut saat ini tercatat melayani 3.307 penerima manfaat yang terdiri atas 2.977 peserta didik mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), serta 330 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dari empat posyandu di wilayah layanan.

Selain meningkatkan standar layanan, SPPG Santua Barangin memperluas kemitraan dengan UMKM lokal dalam penyediaan bahan baku pangan. Jumlah pemasok meningkat dari tujuh menjadi 10 mitra yang memenuhi persyaratan mutu, keamanan pangan, kebersihan, dan kapasitas pasok.

Bahan baku yang belum tersedia atau belum memenuhi standar di Sawahlunto, seperti sebagian buah dan sayuran, untuk sementara dipasok dari luar daerah untuk menjaga mutu serta kesinambungan penyelenggaraan Program MBG.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026