Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Bukittinggi ungkap progres pembangunan Pustaka Daerah capai 86 persen

Senin, 3 Agustus 2026 14:50 WIB
Image Print
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias meninjau langsung kondisi terkini proses pembangunan Gedung Pustaka Daerah. Pemkot menyebut capaian pembangunan itu sudah mencapai 86 persen. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi ungkap progres pembangunan landscape Perpustakaan Daerah Kota Bukittinggi saat ini sudah mencapai 86,45 persen pengerjaan. Peninjauan dilaksanakan, Senin (03/08) oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias bersama Sekretaris Daerah.

Ramlan Nurmatias menyebut pembangunan ditargetkan selesai pada 24 Agustus 2026. Saat ini sedang diaksanakan pemasangan fasilitas pendukung, seperti kursi dan perlengkapan lainnya.

"Alhamdulillah, hingga saat ini progres pembangunan perpustakaan sudah berjalan dengan baik dan tidak ditemukan kendala. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target sehingga fasilitas ini segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pada 24 Agustus 2026," katanya.

Wako melanjutkan, Perpustakaan Umum Daerah tidak hanya dirancang sebagai tempat membaca dan belajar, tetapi juga sebagai wadah untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti hadirnya mini teater yang memuat 80 kursi, kemudian bisa dimanfaatkan untuk menonton film serta kegiatan kebudayaan.

Perpustakaan sudah didesain sesuai dengan kebutuhan dan selera generasi muda, agar dapat menghadirkan suasana yang nyaman, modern dan menarik.

"Kita targetkan peresmian Perpustakaan Umum Daerah pada Desember 2026. Perpustakaan ini akan diberi nama Perpustakaan Daerah Mr. Syafruddin Prawiranegara sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh bangsa yang pernah memimpin Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan Republik Indonesia pada masa perjuangan," kata Wako.

Selain itu, Pemerintah Kota Bukittinggi juga akan menamai ruas jalan di kawasan Panorama dengan nama Jalan Mr. Syafruddin Prawiranegara.

Sebelumnya, Kota Bukittinggi menjadi salah satu daerah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 untuk pembangunan gedung perpustakaan umum.

Dalam keputusan tersebut, Bukittinggi mendapatkan dana sebesar Rp10 miliar yang bersumber dari DAK Penugasan melalui Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Dana itu digunakan untuk pembangunan fisik sekitar Rp7,9 miliar, sementara sisanya sebesar Rp2 miliar digunakan untuk penunjang gedung pustaka.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026