Logo Header Antaranews Sumbar

KKP alokasikan dana Rp10 miliar rekonstruksi bidang perikanan dampak bencana di Agam

Sabtu, 1 Agustus 2026 18:27 WIB
Image Print
Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Andy Artha Donny Oktopura menyerah bantuan excavator kepada Bupati Agam Benni Warlis di Balai Latihan Kerja (BLK) Agam, Sabtu (1/8/2026). ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia mengalokasikan dana sekitar Rp10 miliar untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bidang perikanan yang terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Andy Artha Donny Oktopura di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan bantuan sekitar Rp10 miliar itu berupa satu unit alat berat excavator senilai Rp1,44 miliar, benih ikan, pakan ikan, cool box atau kotak pendingin bagi 18 kelompok, alat tangkap jaring insang 60 unit dan lainnya.

"Bantuan ini bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk percepatan pemulihan perikanan budidaya, penangkapan dan pengolahan ikan dampak bencana melanda Agam," katanya.

Ia mengatakan excavator yang diserahkan bisa membantu Pemkab Agam dan seluruh pembudidaya ikan untuk memperbaiki saluran irigasi dan kolam yang rusak dengan level berat dan sedang yang tidak bisa diperbaiki masyarakat secara mandiri.

Untuk operasionalnya tanggungjawab Pemkab Agam, sehingga pemulihan bisa dikerjakan yang rusak dampak banjir bandang, sehingga bisa diperbaiki.

Apabila sudah selesai direhabilitasi, maka akan dibantu benih dan pakan ikan.

"Data yang kita peroleh, ada 96 hektare lahan budidaya di Agam mengalami rusak terdampak banjir bandang dan saat ini sudah siap dioperasionalkan," katanya.

Ia menambahkan dengan bantuan tersebut maka pembudidaya ikan, nelayan dan pengolahan ikan bisa beroperasi kembali, sehingga ekonomi mereka kembali membaik.

Seluruh bantuan tidak ada pungutan, karena kehadiran pemerintah untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat terdampak bencana.

"Menteri Kelautan dan Perikanan menugaskan saya dalam memastikan percepatan rekonstruksi dan operasionalisasi kegiatan budidaya, tangkap dan pengolahan yang ada di Sumbar, terutama Agam," katanya.

Sementara Bupati Agam Benni Warlis menambahkan bantuan excavator ini segera dimanfaatkan untuk rehabilitasi kolam milik pembudidaya yang tertimbun material banjir bandang di Kecamatan Tanjung Raya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam bakal melakukan pendataan kolam yang sudah selesai direhabilitasi dan belum.

"Bagi kolam pembudidaya ikan yang belum direalisasikan, maka alat berat ini segera kita turunkan untuk membuang material dan setelah selesai bakal mendapatkan bantuan bibit ikan maupun pakan," katanya.

Ia mengakui bantuan yang diberikan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini sangat bermanfaat bagi pembudidaya, nelayan dan kelompok pengolahan yang terdampak bencana hidrometeorologi melanda Agam pada akhir November 2025.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah mengalokasikan bantuan ke Agam dan masyarakat kembali bisa hidup normal," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026