Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Agam turunkan tim bantu pelaku usaha buat NIB

Kamis, 30 Juli 2026 17:08 WIB
Image Print
Pegawai DPMPTSP Agam membantu pelaku usaha membuat NIB di kantor tersebut. ANTARA/Yusrizal

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menurunkan tim untuk membantu pelaku usaha yang menjarin korban bencana hidrometeorologi untuk membuat Nomor Induk Berusaha (NIB), karena legalitas ini wajib dimilikinya.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Agam Syafrizal di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan tim yang turun sebanyak enam orang dari DPMPTSP Agam dalam mendampingi khusus ke daerah bencana.

"Tim turun ke nagari-nagari yang terdampak bencana dan nagari lainnya dalam membantu pelaku usaha membuat NIB," katanya.

Ia mengatakan tim ini diturunkan untuk membantu pelaku usaha yang juga korban bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir 2025 untuk membuat NIB.

Ini mengingat bahwa NIB tersebut wajib dimiliki pelaku usaha sebagai legalitas usaha mereka.

"Tim ini kita turunkan membantu pelaku usaha, karena sebagian besar tidak paham untuk membuat NIB tersebut," katanya.

Ia menambahkan tim juga memberikan pembekalan bagi staf pelayanan di pemerintah nagari maupun pemerintah kecamatan dalam pengurusan NIB.

Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan identitas resmi yang diberikan kepada badan usaha atau usaha perseorangan yang ada di Indonesia.

Dengan kata lain, meski usaha yang dijalankan masih masuk dalam kategori usaha skala mikro, pelaku UMKM tetap perlu punya NIB, karena dengan memiliki NIB, mereka punya legalitas yang jelas dalam menjalankan bisnis.

Legalitas NIB berfungsi sebagai identitas resmi yang mengidentifikasi dan mengenali badan usaha atau usaha perseorangan.

"NIB digunakan sebagai tanda pengenal yang sah dan legalitas dalam menjalankan kegiatan usaha. Perlindungan usaha dengan legalitas yang jelas, usaha yang dijalankan tentunya akan mendapatkan jaminan dan perlindungan hukum," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026