
Perkuat kesiapsiagaan bencana, Pemkot Padang Panjang gelar Bimtek Jitupasna dan R3P

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) dan Penyusunan Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) guna meningkatkan kapasitas aparatur dalam penanganan pascabencana.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengatakan dokumen Jitupasna dan R3P merupakan tahapan penting dalam proses pemulihan daerah terdampak bencana karena menjadi dasar penyusunan kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai sektor.
"Dokumen Jitupasna dan R3P memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan kebijakan pemulihan pascabencana, baik pada sektor infrastruktur, sosial, ekonomi, maupun pelayanan publik. Karena itu, seluruh peserta diharapkan mengikuti bimtek dengan sungguh-sungguh agar mampu menyusun dokumen yang berkualitas dan dapat diimplementasikan secara efektif," kata Hendri saat membuka bimtek di Aula Kantor Lurah Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Rabu.
Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi berbagai potensi bencana sekaligus meningkatkan kemampuan aparatur pemerintah dalam melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana secara cepat, tepat, terpadu, dan akuntabel.
Selain itu, kata dia, aparatur juga diharapkan mampu menyusun dokumen R3P yang menjadi acuan dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi secara terencana sesuai kebutuhan masyarakat.
Hendri berharap melalui kegiatan tersebut lahir sumber daya manusia yang semakin kompeten, profesional, dan berkualitas sehingga mampu menghasilkan perencanaan pemulihan pascabencana yang efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang Mihandrik mengatakan bimtek tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam bidang penanggulangan bencana.
"Dengan kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana secara cepat, tepat, terpadu, dan akuntabel, sekaligus mampu menyusun dokumen R3P," katanya.
Menurut dia, kemampuan menyusun dokumen Jitupasna dan R3P sangat penting untuk mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana serta menjadi pedoman dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
Bimtek yang diselenggarakan BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang tersebut diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan pascabencana.
Pewarta: Isril Naidi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
