Logo Header Antaranews Sumbar

PLB FIP UNP tingkatkan kompetensi guru di Nagari Jaho dalam identifikasi ABK

Selasa, 21 Juli 2026 15:02 WIB
Image Print
Kegiatan pengabdian dosen PLB FIP UNP tingkatkan kompetensi guru dalam identifikasi anak berkebutuhan khusus di Nagari Jaho, Kabupaten Tanah Datar.

Padang (ANTARA) - Departemen Pendidikan Luar Biasa (FLB), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Padang (UNP), membantu peningkatan kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus (ABK), di SD Negeri 04 Jaho, Nagari Jaho, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan ini digelar dalam bentuk seminar dan lokakarya, dan diikuti oleh guru-guru sekolah dasar di wilayah Nagari Jaho, yang bertujuan untuk mewujudkan pendidikan inklusif.

"Upaya mewujudkan pendidikan inklusif tidak hanya bergantung pada ketersediaan kebijakan, tetapi juga pada kesiapan guru dalam mengenali kebutuhan belajar setiap peserta didik," kata Ketua Tim Pengabdian, Endang Sri Handayani, M.Pd., di Padang, Selasa.

Menurut dia, kemampuan guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus, menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang inklusif.

"Masih banyak anak yang memiliki kebutuhan belajar khusus belum teridentifikasi secara tepat, sehingga mereka belum memperoleh layanan pendidikan yang sesuai," lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian dosen UNP membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan praktis, agar mampu mengenali karakteristik peserta didik sejak dini serta menentukan layanan pembelajaran yang tepat.

Kegiatan yang digelar pada 18 dan 19 Juli lalu, merupakan bagian dari Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN), sebuah program kolaboratif antara Departemen Pendidikan Luar Biasa UNP dengan Pemerintah Nagari Jaho, yang bertujuan menghadirkan solusi berbasis keilmuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

Antusiasme peserta terlihat sejak pembukaan kegiatan, yang dihadiri oleh Kepala Departemen Pendidikan Luar Biasa FIP UNP Dr. Elsa Efrina, M.Pd., Kepala SD Negeri 04 Jaho Elma Fifiyanti, S.Pd., SD, serta Wali Nagari Jaho yang secara resmi membuka kegiatan.

Hari pertama, peserta memperoleh tiga materi utama, yaitu Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus yang disampaikan oleh Yosa Yulia Nasri, M.Pd., Pendidikan Inklusif oleh Dr. Johandri Taufan, M.Pd., serta Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus oleh Dr. Rila Muspita, M.Pd.

Ketiga materi tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai karakteristik anak berkebutuhan khusus, prinsip-prinsip pendidikan inklusif, hingga teknik identifikasi awal yang dapat diterapkan guru di sekolah.

Tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi juga difokuskan pada praktik. Guru melakukan praktik simulasi identifikasi terhadap peserta didik menggunakan instrumen yang telah dipelajari, kemudian mendiskusikan dan menginterpretasikan hasilnya bersama instruktur.

Pendekatan berbasis praktik ini, diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri guru dalam melakukan identifikasi awal, sebelum peserta didik memperoleh layanan lanjutan sesuai kebutuhannya.

Menurut Endang, pendidikan inklusif hanya dapat berjalan optimal, apabila guru memiliki kompetensi untuk memahami keberagaman karakteristik peserta didik.

"Setiap anak memiliki potensi untuk berkembang. Tugas guru bukan sekadar mengajar, tetapi juga memahami bagaimana setiap anak belajar. Ketika guru mampu mengidentifikasi kebutuhan peserta didik dengan tepat, maka layanan pendidikan yang diberikan akan lebih adil, efektif, dan bermakna," katanya.

Kegiatan pengabdian ini juga menjadi wujud implementasi UNP Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi hadir secara nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Melalui skema Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN), UNP membangun kemitraan berkelanjutan dengan pemerintah nagari dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Tim pengabdian yang diketuai Endang Sri Handayani, M.Pd., juga melibatkan anggota Dr. Elsa Efrina, M.Pd., Dr. Rahmahtrisilvia, M.Pd., Antoni Tsaputra, Ph.D., Dr. Johandri Taufan, M.Pd., Arisul Mahdi, M.Pd., dan Yosa Yulia Nasri, M.Pd.

Kegiatan ini, turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4 (Quality Education), yaitu menjamin pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata bagi semua.

Melalui peningkatan kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus, diharapkan semakin banyak sekolah yang mampu memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan setiap peserta didik.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang melalui Kontrak Pengabdian Nomor: 2519/UN35.15/PM/2026.

Ketua Tim Pengabdian, Endang Sri Handayani, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada LPPM UNP atas dukungan yang diberikan sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik.

Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan sekolah dapat terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Sumatera Barat.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026