
Pelajar terseret ombak di Muaro Putih Agam ditemukan meninggal dunia (Video)

Lubuk Basung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan pelajar terseret ombak saat mandi di pantai Muaro Putih, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Rabu (15/7), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (16/7) pagi.
"Korban ditemukan warga di Labuhan, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara dengan jarak dari lokasi korban terseret ombak sekitar 10 kilometer," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Kamis.
Ia mengatakan jasad korban ditemukan warga terdampar di tepi pantai Labuhan, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara.
Setelah itu, warga melaporkan temuan ke pemerintah nagari dan Polsek Tanjung Mutiara dan BPBD Agam untuk evakuasi korban.
"Korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Afdeling V Nagari Tiku Lima Jorong," katanya.
Ia menambahkan anak pasangan Golo Lafau dan Yudika Gowasa terseret ombak saat mandi di pantai Muaro Putih, Nagari Tiku Lima Jorong, bersama delapan orang teman sekolahnya di SMPN 3 Tanjung Mutiara.
Sedang asik mandi, ombak besar dan korban terseret. Saat kejadian, temannya mencoba untuk menyelamatkan, tetapi dengan kondisi ombak besar, temannya kesulitan menolongnya.
Atas kejadian itu, teman korban lainnya melaporkan kejadian ke warga dan pihak sekolah, sehingga warga mencoba untuk mencari korban bersama Satpol Air Polres Agam.
"Kita menurunkan petugas ke lokasi untuk mencari korban bersama Basarnas, PMI Agam, Satpol Air Polres Agam, dan lainnya," katanya.
Pencarian menggunakan dua perahu milik Basarnas dan nelayan setempat. Pencarian dengan menelusuri pantai dan tidak membuahkan hasil, sehingga dihentikan pada Rabu (15/7) pukul 18.00 WIB.
"Kita bakal melanjutkan pencarian pada Kamis (16/7) pukul 08.00 WIB, namun jasad korban telah ditemukan," katanya.
Ia mengimbau warga untuk tidak mandi dipantai karena ombak cukup besar akhir-akhir ini.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
