Logo Header Antaranews Sumbar

PkM, Universitas Baiturrahmah dan Lentera Nakes tingkatkan literasi ibu posyandu tentang penggunaan antibiotik

Senin, 13 Juli 2026 12:27 WIB
Image Print
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Baiturrahmah bersama Lentera Nakes melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui edukasi kefarmasian kolaboratif bagi ibu-ibu Posyandu. (ANTARA/HO-Unbrah)

Padang (ANTARA) - Penggunaan obat yang tidak sesuai aturan masih menjadi salah satu tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu permasalahan yang banyak ditemukan adalah penggunaan antibiotik tanpa resep dokter yang dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik, yaitu kondisi ketika bakteri mengalami kekebalan terhadap obat sehingga proses pengobatan infeksi menjadi lebih sulit.

Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat secara rasional menjadi faktor yang dapat memengaruhi perilaku pengobatan dalam keluarga. Ibu sebagai pengelola utama kesehatan keluarga memiliki peran penting dalam menentukan keputusan penggunaan obat, sehingga peningkatan literasi kesehatan bagi ibu menjadi langkah strategis untuk membangun kebiasaan penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Baiturrahmah bersama Lentera Nakes melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui edukasi kefarmasian kolaboratif bagi ibu-ibu Posyandu. Kegiatan bertajuk "Edukasi Kefarmasian Kolaboratif untuk Meningkatkan Literasi Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep pada Ibu Posyandu" tersebut dilaksanakan di Puskesmas Koto Panjang Ikua Koto, Kota Padang.

Kegiatan yang berlangsung pada tahun 2026 itu bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu Posyandu mengenai penggunaan antibiotik yang tepat, penggunaan obat secara rasional dalam keluarga, serta pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak. Program tersebut menyasar ibu-ibu peserta Posyandu dengan melibatkan tim pengabdi dari Program Studi Farmasi Klinis dan Profesi Kebidanan Universitas Baiturrahmah.

Ketua Tim Pengabdian, apt. Cindy Elvionita, M.Clin.Pharm., mengatakan edukasi kefarmasian kepada ibu Posyandu memiliki peran penting karena sebagian besar keputusan terkait penggunaan obat di tingkat keluarga berada di tangan ibu.

"Melalui peningkatan literasi kesehatan, ibu diharapkan mampu memahami kapan antibiotik diperlukan, bagaimana penggunaan obat yang benar, serta menghindari kebiasaan menggunakan antibiotik tanpa anjuran tenaga kesehatan," ujarnya.

Dalam pelaksanaan program tersebut, tim pengabdi terdiri atas apt. Cindy Elvionita, M.Clin.Pharm. sebagai ketua bersama anggota apt. Meiridha Mutiara Andania, M.Farm. dan Bdn. Fani Syinthia Rahmi, S.ST., M.Keb. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah, yaitu Syifa Azliany, Nazwa Azlila Dahlimin, Sahwa Divva Diandra, dan Azzura Puan Maharani sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari koordinasi dengan mitra, penyusunan materi edukasi, pengembangan media pembelajaran, hingga pelaksanaan penyuluhan kepada masyarakat. Program tersebut turut didukung oleh Ibu Yentinur, S.SiT. selaku Koordinator Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Koto Panjang Ikua Koto.

Pada kegiatan edukasi, peserta memperoleh materi mengenai penggunaan antibiotik secara bijak, bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep, prinsip penggunaan obat secara rasional, serta cara menjaga kesehatan keluarga melalui perilaku hidup sehat.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, pemutaran video animasi edukasi, serta pembagian buku saku sebagai media informasi yang dapat digunakan kembali oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memberikan pemahaman secara teori, tim pengabdi juga membuka ruang diskusi bagi ibu-ibu Posyandu untuk menyampaikan pengalaman dan kebiasaan mereka dalam menggunakan obat di lingkungan keluarga. Melalui diskusi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi antibiotik.

Dokter Penanggung Jawab Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Koto Panjang Ikua Koto, dr. Fitri Yenti, mengapresiasi kegiatan kolaborasi tersebut. Menurutnya, edukasi penggunaan obat yang tepat sangat membantu tenaga kesehatan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu-ibu, agar lebih bijak dalam menjaga kesehatan keluarga.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim pengabdian menghasilkan sejumlah media edukasi berupa video animasi, buku saku, poster edukasi, serta penyebarluasan informasi melalui media digital. Media tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber informasi mengenai penggunaan obat yang aman dan tepat.

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Baiturrahmah bersama Lentera Nakes melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui edukasi kefarmasian kolaboratif bagi ibu-ibu Posyandu. (ANTARA/HO-Unbrah)

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didanai melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. Program telah dimulai sejak Mei 2026 dan akan dilanjutkan dengan kegiatan monitoring serta evaluasi pada Agustus 2026 untuk melihat pemanfaatan media edukasi dan penguatan kerja sama antara Universitas Baiturrahmah, Puskesmas Koto Panjang Ikua Koto, dan Lentera Nakes.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan mitra masyarakat tersebut, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat yang aman, tepat, dan bertanggung jawab. Program ini sekaligus mendukung terciptanya keluarga yang lebih sehat melalui tagline kegiatan, "Bijak Gunakan Obat, Sehatkan Keluarga."*



Pewarta:
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026