Logo Header Antaranews Sumbar

PkM, Kolaborasi Universitas Baiturrahmah dan Puskesmas Lubuk Buaya Padang tingkatkan kompetensi kader Posyandu ILP

Jumat, 10 Juli 2026 19:26 WIB
Image Print
Tim PkM Unbrah menyerahkan bantuan alat antropometri untuk pengukuran status gizi dan tensimeter digital kepada puskesmas. (ANTARA/HO-Unbrah)

Padang (ANTARA) - Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke masih menjadi tantangan utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Tingginya angka kejadian PTM tidak hanya dipengaruhi oleh pola hidup masyarakat, tetapi juga masih terbatasnya deteksi dini terhadap faktor risiko di tingkat pelayanan kesehatan primer.

Transformasi layanan kesehatan yang saat ini dijalankan pemerintah menempatkan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai salah satu ujung tombak pelayanan promotif dan preventif di masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai mitra tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi, melakukan skrining faktor risiko, serta menghubungkan masyarakat dengan fasilitas kesehatan apabila diperlukan tindak lanjut.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pelayanan kesehatan primer tersebut, Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Baiturrahmah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bekerja sama dengan Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang. Program tersebut mengangkat tema "Peningkatan Kompetensi Kader Posyandu Integrasi Layanan Primer melalui Edukasi, Skrining, dan Rujukan Terintegrasi Penyakit Tidak Menular."

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2026 itu menyasar kader-kader Posyandu ILP yang berasal dari berbagai posyandu di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya. Tim pengabdi terdiri atas Sri Oktarina, SKM, MKM, dan Yulianita, sebagai ketua pelaksana bersama anggota Agustika Antoni, S.Kp, M.Biomed dan Yulianita, SS, M.Hum yang memberikan pendampingan kepada peserta selama pelaksanaan kegiatan.

Ketua Tim Pengabdian Sri Oktarina mengatakan peningkatan kapasitas kader menjadi langkah penting dalam mendukung keberhasilan transformasi layanan primer karena kader merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui peningkatan kompetensi tersebut, kader diharapkan mampu melaksanakan edukasi kesehatan, skrining faktor risiko PTM, hingga mekanisme rujukan secara lebih optimal.

Menurut dia, kader yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai akan membantu mempercepat deteksi dini penyakit tidak menular sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan lebih awal sebelum penyakit berkembang menjadi lebih berat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri unsur pimpinan Puskesmas Lubuk Buaya, tim pengabdi Universitas Baiturrahmah, serta seluruh kader Posyandu ILP peserta pelatihan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan peralatan kesehatan secara simbolis kepada pihak puskesmas.

Bantuan yang diserahkan berupa alat antropometri untuk pengukuran status gizi dan tensimeter digital sebagai sarana pemeriksaan tekanan darah masyarakat. Peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan skrining kesehatan secara berkelanjutan di Posyandu ILP.

Setelah pembukaan, peserta memperoleh materi mengenai konsep penyakit tidak menular, faktor risiko, pentingnya deteksi dini, prosedur skrining kesehatan, mekanisme rujukan terintegrasi, serta tata cara pencatatan dan pelaporan hasil pelayanan Posyandu ILP.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga kader tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat menyampaikan berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat antropometri dan tensimeter digital sesuai standar operasional. Tim pengabdi memperagakan setiap tahapan pemeriksaan mulai dari persiapan alat, teknik pengukuran yang benar, hingga cara membaca hasil pemeriksaan.

Seluruh peserta selanjutnya mengikuti praktik secara langsung dengan pendampingan tim pengabdi dan tenaga kesehatan Puskesmas Lubuk Buaya. Dalam praktik tersebut, kader dilatih melakukan pengukuran, menginterpretasikan hasil pemeriksaan, serta menentukan apakah seseorang memerlukan edukasi lanjutan atau dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Baiturrahmah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bekerja sama dengan Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang. (ANTARA/HO-Unbrah)

Salah seorang kader Posyandu ILP mengaku kegiatan tersebut sangat membantu meningkatkan pemahaman mengenai prosedur skrining penyakit tidak menular. Menurutnya, praktik secara langsung membuat kader lebih percaya diri menggunakan alat kesehatan ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pihak Puskesmas Lubuk Buaya juga mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama Universitas Baiturrahmah. Sinergi antara perguruan tinggi dan puskesmas dinilai mampu memperkuat kompetensi kader sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer di wilayah kerja puskesmas.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut didanai melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. Melalui program ini diharapkan kader Posyandu ILP semakin mampu melaksanakan edukasi kesehatan, skrining faktor risiko penyakit tidak menular, serta mendukung sistem rujukan yang terintegrasi sehingga pelayanan kesehatan primer menjadi lebih berkualitas, dekat dengan masyarakat, dan berorientasi pada upaya pencegahan penyakit.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak Juni 2026 dan akan dilakukan monitoring evaluasi pada September 2026.*



Pewarta:
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026