
GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan

Solok (ANTARA) - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok menggelar Seminar Keminangkabauan bertema Peran Bundo Kanduang dalam Membimbing Generasi Muda di Era Digitalisasi, Etika dan Estetika Perkawinan Menurut Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.
Kegiatan yang menghadirkan narasumber utama Ummi Harneli Bahar dan Bundo Raudah tersebut berlangsung penuh antusias dan dihadiri oleh Bundo Kanduang se-Kabupaten Solok, Ketua TP- PKK Provinsi Sumatera Barat, Ketua GOW Kabupaten Solok, perwakilan organisasi wanita se-Kabupaten Solok, tokoh masyarakat perempuan, hingga perwakilan Aliansi Mahasiswa Kabupaten Solok.
Pemerintah Kabupaten Solok yg di wakili oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.Hi dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan Minangkabau sejak dahulu memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.
Ia mengingatkan kembali kiprah sejumlah tokoh perempuan asal Minangkabau seperti Rasuna Said, Siti Manggopoh, hingga Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, pendiri Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang, yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan dunia pendidikan Islam.
“Kita teringat dengan tokoh-tokoh perempuan asal Minangkabau. Tanpa perjuangan mereka, bisa jadi NKRI ini tidak seperti hari ini. Mereka telah mewarnai lahirnya bangsa ini dan juga mewarnai pendidikan dunia Islam,” ujar Wabup Candra.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Solok, Lian Octavia, dalam laporan sekaligus sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir.
“Atas nama Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Solok selaku panitia pelaksana, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh undangan, khususnya kepada para narasumber yang telah berkenan hadir dalam seminar ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang membawa tantangan besar terhadap identitas dan karakter generasi muda.
“Di era digitalisasi saat ini, akses informasi terbuka sangat luas. Di satu sisi membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga berpotensi mengikis nilai adat, budaya dan karakter generasi muda apabila tidak diimbangi dengan penguatan dari keluarga,” katanya.
Menurut Lian Octavia, di tengah kondisi tersebut, peran Bundo Kanduang sebagai *limpapeh rumah gadang* menjadi sangat penting dalam menanamkan nilai adat, etika, dan moral kepada generasi penerus.
“Bundo Kanduang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah adat dan membimbing generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah,” tutupnya.
Pewarta: Rahmatul Laila
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
