
Program Equity 2026 Fateta Unand siapkan Kerupuk Kamang Go Internasional

Bukittinggi (ANTARA) - Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas (Unand) bersama Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Teknologi Pertanian Indonesia (FKPTTPI) melakukan inovasi pengembangan usaha Kerupuk Kamang hingga dikenal dan dipasarkan hingga pasar Internasional.
Inovasi dilakukan dalam bentuk kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional digelar di Nagari (Desa) Koto Tangah Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Kamis (9/7) yang diikuti mahasiswa dari enam negara, Malaysia, Kamboja, Timor Leste, Bangladesh, Vietnam dan tuan rumah Indonesia.
Kerupuk Kamang merupakan kuliner khas daerah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang diolah dari ubi kayu. Program Equity 2026 atau inisiatif strategi perguruan tinggi arahan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dijadikan landasan inovasi teknologi pengolahan produk usaha masyarakat ini.
"Sesuai dengan tema inovasi teknologi pengolahan kerupuk ubi kayu kamang untuk peningkatan mutu dan daya saing produk menuju pasar internasional, ini jadi salah satu tri darma kita mengabdi ke masyarakat," kata Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Unand, Alfi Asben.
Ia mengatakan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan agar produk-produk unggulan daerah dapat lebih dikenal luas dan mampu menembus pasar yang lebih besar.
"Nagari Kota Tangah ini adalah salah satu nagari yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi sebagai satu dari sepuluh nagari kreatif (Nagari Creative Hub) di Sumbar. Kita ingin mengangkat ini agar lebih eksis di pasar yang lebih luas," ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan dari kegiatan yang telah dimulai sejak tahun 2019. Pemerintah bersama perguruan tinggi terus berkomitmen memberikan penguatan agar pelaku UMKM dapat meningkatkan produksinya.
Ia mengungkap, menurut survey awal Fateta Unand terkait industri kerupuk kamang, usaha ini belum memenuhi proses pengolahan pangan yang baik, belum memiliki legalitas usaha, serta belum ada kemasan yang menarik dan proses pengeringan sangat sederhana dan kurang higienis.
Sehingga dari hari-ke hari tahun ketahun usaha ini berjalan tidak berkembang dengan baik. Sesuai dengan bidang ilmu, Fateta melakukan kegiatan yang sinergis untuk dapat memperbaiki kondisi ini.
"Fateta mencoba membantu proses pengeringan dengan mendisign alat pengeringan, fokus dengan legalitas usaha, digital marketing dan mengembangkan produk kerupuk kamang dengan memodifikasi rasa dan bentuk tanpa meninggalkan kekhasannya," kata Alfi.
Selain itu, kegiatan ini juga dirancang sebagai ajang untuk berbagi pengetahuan, saran, dan masukan mengenai perbaikan dan pengembangan kualitas produk.
"Ini memang sesuatu yang sudah kita pertimbangkan. Kami berharap nanti dengan pertemuan ini bisa sekaligus menambah semangat para pelaku UMKM untuk meningkatkan produksinya," kata Alfi Asben.
Menurutnya, meski kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini melibatkan peserta dari enam negara, namun tetap menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu agar dapat dipahami oleh warga setempat.
"Melalui pendampingan ini, diharapkan pelaku UMKM di Nagari Kota Tangah dapat semakin maju dan produknya mampu bersaing di pasar yang lebih luas," katanya.
Dosen narasumber dari Universitas Putra Malaysia (UPM), Rosnah Shamsudin mengatakan materi peningkatan UMKM diberikan ke pengusaha lokal agar Kerupuk Kamang mampu bersaing dan menembus pasar global.
"Kita tunjukkan macam mana penghasilan keripik ubi di Malaysia. Macam mana usaha, pengusaha-pengusaha di Malaysia menjalankan, meningkatkan pengeluaran keripik ubi mereka dan dia perbagaikan variasi rasa untuk memenuhi kriteria, biasanya kita ada agensi kerajaan pemerintah yang akan bawa ke peringkat yang lebih tinggi ke luar negara," katanya.
Sementara itu, Pemerintah Nagari Kota Tangah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang diinisiasi oleh Universitas Andalas. Program ini dinilai sangat efektif dalam mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
"Kami sangat merespons baik kegiatan yang diangkat oleh pihak Unand. Kami berharap langkah ini dapat membantu para pelaku UMKM untuk meningkatkan produksinya serta lebih dikenal di pasar yang lebih luas," ungkap Wali Nagari Kota Tangah, Amrizal Gunawan.
Pewarta: Alfatah
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
