Logo Header Antaranews Sumbar

49 warga terdampak bencana di Agam dapat program TKMP dari Kemenaker

Rabu, 8 Juli 2026 17:26 WIB
Image Print
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Budi Perwira Negara bersama Kepala Bidang Produktivitas Pelatihan Tenaga Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Erianto. ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung (ANTARA) - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat sebanyak 49 warga terdampak bencana di daerah itu mendapatkan program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

"Ke 49 warga tersebut tersebar di Nagari Bayua 48 orang dan Nagari Koto Kaciak satu orang," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Budi Perwira Negara didampingi Kepala Bidang Produktivitas Pelatihan Tenaga Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Erianto di Lubuk Basung, Rabu.

Ia mengatakan ke 49 orang itu merupakan warga yang tinggal di daerah terdampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir November 2025.

Mereka bakal mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta per orang dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Dana tersebut ditujukan untuk membeli peralatan dan barang dagangan agar masyarakat bisa kembali membangun usaha.

"Dana ini digunakan untuk modal usaha mereka yang terdampak bencana banjir bandang," katanya.

Ia menambahkan pelaku usaha yang mendapatkan bantuan tersebut setelah mereka mengusulkan ke aplikasi Kementerian Ketenagakerjaan.

Mereka mengajukan proposal bantuan TKMP yang mencakup rencana penggunaan dana.

"Setelah diverifikasi Kementerian Ketenagakerjaan, maka disetujui dan dinyatakan penerima manfaat program itu," katanya.

Selain TKMP khusus bencana, sebanyak 28 pelaku usaha di Agam juga mendapat program TKMP reguler dengan dana Rp5 juta per orang.

Setelah itu Agam juga mendapat 11 titik program padat karya bencana dari Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 dalam pemberdayaan masyarakat untuk membuka lapangan kerja sementara bagi warga terdampak.

Ke 11 titik program padat karya itu tersebar daerah bencana hidrometeorologi pada November 2025 di Kecamatan Tanjung Raya dan Palembayan.

"Di Kecamatan Tanjung Raya untuk Nagari Bayua dan Nagari Koto Kaciak. Khusus Kecamatan Palembayan di Nagari Koto Silungkang," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026