Logo Header Antaranews Sumbar

Pemko Padang Percepat Rehabilitasi Rumah Rusak Pascabencana, Tuntas 2027

Senin, 6 Juli 2026 16:05 WIB
Image Print

Padang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, berkomitmen mempercepat seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025.

"Percepatan penyaluran bantuan menjadi prioritas agar masyarakat terdampak segera memperoleh kepastian dan kembali menempati hunian yang layak. Untuk itu, OPD terkait bersama camat dan lurah harus bergerak cepat," kata Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir di Padang, Senin.

Komitmen tersebut ditegaskan Maigus Nasir usai mengikuti Rapat Evaluasi Bantuan Stimulan Rumah Rusak Pascabencana Hidrometeorologi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara virtual dari Kediaman Resmi Wali Kota Padang.

Rapat evaluasi yang dipimpin langsung oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto tersebut diikuti secara virtual oleh 42 kepala daerah terdampak dari Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Dalam arahannya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa penyaluran bantuan stimulan untuk kategori rumah rusak ringan dan sedang ditargetkan harus rampung sepenuhnya pada tahun 2026.

Sementara itu, untuk penyelesaian rumah dengan kategori rusak berat melalui pembangunan hunian tetap (Huntap) ditargetkan selesai secara menyeluruh pada tahun 2027.

Suharyanto mengungkapkan, pemerintah pusat saat ini tengah mengusulkan kenaikan bantuan pembangunan Huntap mandiri dari Rp60 juta menjadi Rp80 juta per unit karena besaran saat ini dinilai belum mencukupi untuk membangun rumah layak.

Merespons instruksi pusat, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang Hendri Zulviton melaporkan bahwa seluruh bantuan stimulan bagi 55 penerima bantuan rumah rusak ringan dan sedang di wilayahnya telah disalurkan.

Pemko Padang juga bergerak cepat dengan mengajukan tambahan enam kepala keluarga (KK) sebagai penerima bantuan tahap berikutnya, disusul proses pembangunan 23 unit Huntap mandiri yang kini diperiksa Inspektorat BNPB.

Hendri memaparkan total kebutuhan Huntap di Kota Padang mencapai 523 unit, yang pemenuhannya dibagi melalui dukungan kementerian terkait, BNPB, dan lembaga sosial swasta.

Dari total kebutuhan itu, sebanyak 240 unit direncanakan dibangun melalui dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi—di mana 85 unit Huntap terpusat saat ini sudah mulai berjalan—dan 183 unit oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di kawasan Lambung Bukit pada Agustus 2026.

"Dengan progres tersebut, kami optimistis seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Padang dapat diselesaikan sesuai target BNPB pada 2027," pungkas Hendri.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026