
BNN tes urine di Universitas Fort De Kock, oknum pegawai terlibat narkoba dikeluarkan

Bukittinggi (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Payakumbuh menggelar tes urine puluhan dosen dan pegawai di Universitas Fort De Kock (UFDK) Kota Bukittinggi, Jumat (3/7). Pihak kampus menegaskan oknum pegawai terlibat narkoba secara tegas dikeluarkan.
"Ada 41 orang dilakukan tes urine. Ini sebenarnya program rutin ya, karena kebetulan kerjasama kami dengan UFDK sudah lama. Hasil sementara semua negatif," kata Kepala BNN Payakumbuh, Valentino.
BNN Payakumbuh sendiri membawahi wilayah kerja di Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Valentino menanggapi kasus tertangkapnya seorang oknum pegawai UFDK oleh kepolisian beberapa waktu lalu atas dugaan peredaran narkotika jenis ganja.
"Kalau kita bicara oknum, itu bisa melibatkan siapa saja. Bisa keterkaitan ke mana-mana. Tapi apapun itu, yang namanya penyalahgunaan narkotika tetaplah harus diambil tindakan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seperti itu. Mau siapapun dia, mau melibatkan siapapun dia," kata dia.
Sementara itu, Rektor UFDK, Prof.Dr. Evi Hasnita mengungkap oknum pegawai yang ditangkap Satres Narkoba Polresta Bukittinggi telah dikeluarkan dari kampus.
"Ya sudah dikeluarkan, jadi begitu ada masalah kita langsung exit, seperti itu. Berhentinya sebelum penangkapan, jeda waktunya tanggalnya saya lupa," kata dia.
Ia mengatakan oknum tersebut sebelumnya bekerja sebagai pegawai Tata Usaha di UFDK dan telah diberhentikan karena kecurigaan pihak kampus.
"Kita sudah melihat gejala itu ya. Jadi, artinya dari sisi kinerja juga tidak sesuai. Kami tidak bisa mengawasi di after, sesudah kerja sejauh itu termasuk mahasiswa. Ketika di kampus mungkin binaan kita," kata Evi Hasnita.
Ia menambahkan UFDK saat ini ditunjuk menjadi salah satu lokus dari kegiatan Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) di Sumatera Barat
"Masalah narkotika memang saat ini lagi trend issue, beberapa hal mungkin yang perlu kita sikapi di samping LGBT, kami secara nasional sudah rapat untuk segera deklarasi," katanya.
Pewarta: Alfatah
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
