Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pasaman Barat lakukan sosialisasi dan edukasi cegah dini kebakaran

Rabu, 1 Juli 2026 20:01 WIB
Image Print
Salah seorang petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pasaman Barat saat berusaha memadamkan kebakaran di Simpang Empat beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Satpol PP dan Damkar. (Upaya atasi kebakaran)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan dini bahaya kebakaran kepada berbagai lapisan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman cara penanganan kebakaran

"Prinsip kami adalah mencegah itu jauh lebih baik daripada sekedar memadamkan. Oleh karena itu, tim kami tidak hanya siaga di posko, tapi juga rutin turun langsung ke lapangan," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Pasaman Barat Handoko di Simpang Empat, Rabu.

Dia menyebutkan sosialisasi dan edukasi dilakukan mulai dari kawasan permukiman warga, pertokoan sekolah-sekolah, kantor pemerintahan nagari (desa), fasilitas kesehatan, perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit dan lainnya.

"Kita memberikan edukasi berupa sosialisasi pencegahan dini bahaya kebakaran dan pelaksanaan simulasi pemadaman kebakaran api permulaan agar warga benar-benar paham cara penanganan awal api permulaan pada kejadian kebakaran," ujar dia.

Dia menjelaskan kebakaran sering kali berawal dari hal-hal kecil yang luput dari perhatian.

Dia mengimbau ke warga untuk mulai peduli dengan lingkungan sekitarnya dengan cara rutin mengecek instalasi listrik di rumah, terutama kabel-kabel tua yang rawan memicu korsleting.

Lalu membiasakan diri untuk tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan, meskipun hanya sebentar.

"Sangat menghindari praktik membuka lahan atau membakar sampah sembarangan tanpa penjagaan, mengingat tingginya angka kejadian yang bermula dari hal ini," ujar dia.

Dia menyebutkan berdasarkan data rekapitulasi yang tercatat dan dilaporkan ke pemadam kebakaran Pasaman Barat dari bulan Januari hingga Akhir Juni 2026, tercatat telah terjadi sebanyak 44 kejadian kebakaran.

Dia merinci kebakaran rumah kediaman sebanyak 12 kali kejadian, kebakaran kendaraan bermotor enam kejadian dan pohon sawit enam kejadian.

Lalu kebakaran kompor atau gas dua kejadian, peralatan listrik dan elektronik tiga kejadian, pabrik/gudang tiga kejadian, gedung satu kejadian, pasar/toko/restoran dua kejadian dan kebakaran bangunan lainnya sembilan kejadian.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026