Logo Header Antaranews Sumbar

Melalui visum, Polres Pasaman Barat pastikan pria paruh baya yang meninggal dunia tidak ditemukan tanda kekerasan

Selasa, 30 Juni 2026 20:13 WIB
Image Print
Petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat saat melakukan pemeriksaan medis luar atau Visum Et Repertum atas seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di Pinaga, Kecamatan Pasaman. Dari hasil visum tidak ditemukan tanda kekerasan. ANTARA/HO-Humas Polres Pasaman Barat.

Simpang Empat (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat memastikan seorang pria paruh baya yang meninggal dunia di sebuah rumah Jorong Pinaga, Nagari Pinaga Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman tidak ditemukan tanda kekerasan.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata di Simpang Empat, Selasa mengatakan korban yang diketahui bernama Eriyal (73) ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kasat Reskrim menjelaskan, penemuan jenazah korban berawal dari kecurigaan kepala jorong bersama warga setempat, karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas maupun keluar dari rumahnya seperti biasanya.

"Kecurigaan warga semakin kuat setelah tercium bau tidak sedap yang berasal dari dalam rumah korban," ujar Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata.

Merasa khawatir, kepala jorong bersama warga kemudian membuka paksa pintu rumah korban. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan posisi terlentang miring ke kanan di dalam rumah.

"Kondisi tubuh korban sudah sangat memprihatinkan. Berdasarkan dugaan sementara, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan," jelasnya.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, personel SPKT Polsek Pasaman bersama Tim Unit Identifikasi dan Satreskrim Polres Pasaman Barat segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah proses olah TKP selesai dilaksanakan, petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat guna dilakukan pemeriksaan medis luar atau Visum Et Repertum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Petugas hanya menemukan pengelupasan kulit di seluruh tubuh yang merupakan proses alami akibat pembusukan pascakematian.

"Dari hasil pemeriksaan medis luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi yang ditemukan merupakan proses alami pasca kematian," jelasnya.

Dia menyebutkan pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi atau Visum Et Repertum dalam.

Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh pihak keluarga.

Usai seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilaksanakan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kami mengimbau kepada masyarakat agar saling peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya terhadap warga lanjut usia yang tinggal seorang diri, sehingga apabila terjadi sesuatu dapat segera diketahui dan ditangani," sebutnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026